JAKARTA, lumineerdaily.com – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menyerahkan sebanyak 346 ijazah kepada peserta didik yang sebelumnya belum dapat mengambil dokumen kelulusan karena kendala biaya.
Penyerahan dilakukan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan dan membantu warga prasejahtera.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Sarwoko, mengatakan program penebusan ijazah ini diharapkan dapat membantu lulusan melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan.
“Program ini diharapkan bisa membuka akses lebih luas bagi lulusan untuk bekerja atau melanjutkan pendidikan, sekaligus memenuhi hak dasar mereka dalam memperoleh dokumen pendidikan,” ujarnya di Jakarta, Senin.
Dari total 346 ijazah yang diserahkan, sebanyak 90 ijazah berasal dari Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan.
Sementara 256 ijazah lainnya berasal dari wilayah kerja Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan.
Ijazah yang diserahkan mencakup lulusan jenjang SMP, SMA, dan SMK.
Sarwoko menjelaskan seluruh penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan seleksi sesuai aturan yang berlaku.
Program ini juga merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya dan direncanakan terus berjalan sepanjang tahun.
“Kami berharap program ini terus berlanjut agar tidak ada lagi ijazah yang tertahan di sekolah karena kendala biaya,” katanya.
Pemerintah berharap dokumen tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para lulusan.
Bagi lulusan SMK, ijazah diharapkan dapat digunakan untuk melamar pekerjaan, membuka usaha, atau melanjutkan pendidikan.
Sedangkan lulusan SMA didorong meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Program ini juga sejalan dengan perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap akses pendidikan dan penyelesaian persoalan administrasi peserta didik.
Salah satu penerima manfaat, Sesah Faujah, mengaku bersyukur akhirnya dapat menerima ijazah setelah sempat tertahan beberapa waktu.
“Alhamdulillah prosesnya mudah dan tidak dipungut biaya. Ijazah ini penting sekali untuk persyaratan melamar kerja,” ujarnya.
Melalui program ini, Pemkot Jakarta Selatan berharap hambatan administratif akibat tunggakan biaya tidak lagi menghalangi masa depan lulusan.
Penulis: Iyon
Editor: redaksi













