AS Kehilangan Belasan Drone di Timur Tengah, Intensitas Konflik dengan Iran Meningkat

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 04:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Operasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dilaporkan menghadapi tekanan di lapangan, menyusul hilangnya sejumlah pesawat tanpa awak jenis MQ-9 Reaper dalam beberapa pekan terakhir.

Media Amerika, CBS News, pada Rabu (1/4/2026) melaporkan bahwa sedikitnya 16 unit drone milik militer AS tidak kembali dari misi sejak dimulainya operasi gabungan dengan Israel pada akhir Februari lalu. Informasi tersebut diperoleh dari dua pejabat pemerintah AS yang tidak disebutkan namanya.

Kehilangan ini menjadi indikasi meningkatnya risiko dalam operasi udara yang berlangsung di tengah eskalasi ketegangan dengan Iran. Meski belum ada penjelasan rinci terkait seluruh insiden, sebagian di antaranya diduga terkait dengan kemampuan pertahanan udara Iran yang masih aktif.

Sebelumnya, media pemerintah Iran mengklaim bahwa pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) berhasil menjatuhkan salah satu drone milik AS di wilayah Isfahan. Klaim tersebut belum sepenuhnya dikonfirmasi oleh pihak Washington.

Drone MQ-9 Reaper merupakan salah satu andalan militer AS dalam operasi pengawasan dan pengintaian. Pesawat tanpa awak ini mampu terbang dalam durasi panjang serta dilengkapi teknologi sensor canggih. Dalam beberapa misi, drone tersebut juga dapat dipersenjatai untuk melakukan serangan presisi.

Dari sisi nilai, satu unit MQ-9 Reaper diperkirakan mencapai puluhan juta dolar AS, menjadikannya salah satu aset penting dalam operasi militer modern.

Di tengah laporan kehilangan tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa kemampuan pertahanan udara Iran telah melemah signifikan akibat operasi militer yang berlangsung selama beberapa waktu terakhir.

Washington – Namun, perkembangan di lapangan menunjukkan situasi yang masih dinamis. Kehilangan sejumlah drone menjadi sinyal bahwa operasi militer di kawasan tersebut tetap menghadapi tantangan serius, sekaligus mencerminkan ketatnya persaingan teknologi pertahanan antara kedua pihak.

Pengamat menilai, eskalasi ini berpotensi memperpanjang konflik dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama jika kedua pihak terus mempertahankan intensitas operasi militer dalam waktu dekat.

 

Sumber: Xinhua

Berita Terkait

Trump Sindir Armada Inggris, Retakan Aliansi Barat Makin Terbuka di Tengah Ketegangan Iran
AS dan Iran Dijadwalkan Bertemu Pekan Ini di Tengah Ketegangan Kawasan
Uji Rudal Iran Bikin Dunia Waspada, Jangkauan Meluas hingga 4.000 Km
PBB Kecam Serangan Fasilitas Medis di Sudan, Desak Penghentian Pertempuran
PBB Soroti Eskalasi Timur Tengah, Konflik Dinilai Kian Tak Terkendali
Kim Jong Un Tegaskan Dukungan ke Rusia, Hubungan Kedua Negara Makin Erat
Korut Tampilkan Sistem Roket Baru Jelang Kongres Partai, Perkuat Sinyal Militer
Kim Jong Un Kembali Duduki Puncak Kekuasaan, Proses Politik Korut Tuai Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 04:47 WIB

AS Kehilangan Belasan Drone di Timur Tengah, Intensitas Konflik dengan Iran Meningkat

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:34 WIB

Trump Sindir Armada Inggris, Retakan Aliansi Barat Makin Terbuka di Tengah Ketegangan Iran

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:44 WIB

AS dan Iran Dijadwalkan Bertemu Pekan Ini di Tengah Ketegangan Kawasan

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:07 WIB

Uji Rudal Iran Bikin Dunia Waspada, Jangkauan Meluas hingga 4.000 Km

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:40 WIB

PBB Kecam Serangan Fasilitas Medis di Sudan, Desak Penghentian Pertempuran

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:35 WIB

PBB Soroti Eskalasi Timur Tengah, Konflik Dinilai Kian Tak Terkendali

Rabu, 25 Maret 2026 - 05:32 WIB

Kim Jong Un Tegaskan Dukungan ke Rusia, Hubungan Kedua Negara Makin Erat

Selasa, 24 Maret 2026 - 12:49 WIB

Korut Tampilkan Sistem Roket Baru Jelang Kongres Partai, Perkuat Sinyal Militer

Berita Terbaru