Kasus Suspek Campak Meningkat, Dinkes Tulungagung Lakukan Imunisasi Respons di Wilayah Terdampak

- Pewarta

Rabu, 1 April 2026 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung meningkatkan kewaspadaan menyusul bertambahnya temuan kasus suspek campak pada awal tahun 2026. Langkah antisipatif langsung ditempuh dengan menggelar imunisasi respons di wilayah yang dinilai memiliki risiko penularan lebih tinggi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan, menyebutkan bahwa kasus suspek yang ditemukan didominasi pada kelompok usia balita. Dari hasil pemantauan, terdapat puluhan anak yang menunjukkan gejala mengarah pada campak, dengan satu kasus telah terkonfirmasi.

Menurutnya, penyebaran kasus paling banyak teridentifikasi di salah satu desa di Kecamatan Kedungwaru. Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, wilayah tersebut kemudian ditetapkan sebagai fokus intervensi kesehatan.

“Langkah cepat perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, terutama pada kelompok rentan seperti balita,” ujarnya.

Meski secara status belum masuk kategori kejadian luar biasa (KLB), Dinkes tetap mengambil kebijakan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI). Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini agar potensi penularan dapat ditekan sejak awal.

Program imunisasi respons tersebut menyasar ratusan balita di wilayah terdampak. Menariknya, seluruh anak menjadi sasaran tanpa melihat riwayat imunisasi sebelumnya.

“ORI bertujuan memperkuat kekebalan tubuh anak terhadap virus campak. Jadi meskipun sudah pernah imunisasi, tetap diberikan penguatan,” kata Aris.

Selain pelaksanaan ORI, Dinkes juga terus melakukan pendataan terhadap anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Orang tua diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas maupun posyandu.

Pemerintah daerah menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga kesehatan anak, termasuk memastikan kelengkapan imunisasi. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah munculnya kasus serupa di kemudian hari.

Dengan intervensi yang dilakukan secara cepat dan terarah, Dinkes Tulungagung berharap penyebaran campak dapat dikendalikan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi sebagai perlindungan dasar bagi anak. (gun)

Berita Terkait

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah
Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027
Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?
Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung
Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung
Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?
Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat
Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:09 WIB

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah

Kamis, 10 September 2026 - 00:09 WIB

Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027

Senin, 7 September 2026 - 18:54 WIB

Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?

Senin, 7 September 2026 - 17:58 WIB

Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 17:49 WIB

Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 14:01 WIB

Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?

Jumat, 4 September 2026 - 12:34 WIB

Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat

Kamis, 3 September 2026 - 14:53 WIB

Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terbaru