Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar kembali mengoperasikan layanan angkutan pelajar setelah sempat terhenti. Melalui Dinas Perhubungan, program bus sekolah “Bang Anjar” resmi berjalan lagi mulai Senin (30/3/2026), dengan cakupan layanan yang diperluas.
Langkah ini tidak sekadar menghidupkan kembali fasilitas transportasi, tetapi juga menjadi respons atas kebutuhan mobilitas pelajar yang aman dan terjangkau, terutama di wilayah pinggiran.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Blitar, Anik Yuanawati, menyatakan bahwa pengoperasian ulang program ini disertai penambahan jalur baru yang menghubungkan kawasan Doko hingga Kesamben. Rute tersebut melintasi sejumlah titik pendidikan dan pusat aktivitas warga, sehingga diharapkan mampu menjangkau lebih banyak siswa.
“Perluasan rute menjadi bagian dari upaya kami agar layanan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelajar, khususnya yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi,” ujarnya.
Bus sekolah ini melintasi sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan pendidikan di Doko hingga pusat kegiatan di Kesamben. Jalur tersebut dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan antar-jemput siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Di balik pengoperasian kembali ini, terdapat tujuan yang lebih luas. Pemerintah daerah ingin menekan potensi kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan pelajar, terutama pengguna sepeda motor di usia sekolah.

Data internal menunjukkan, tingginya mobilitas pelajar tanpa pengawasan transportasi yang memadai menjadi salah satu faktor risiko di jalan raya. Karena itu, kehadiran bus sekolah dipandang sebagai solusi preventif yang lebih aman dan terkontrol.
Selain aspek keselamatan, program ini juga menyasar kenyamanan dan efisiensi. Pelajar tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi atau transportasi tidak resmi yang kerap tidak memenuhi standar keselamatan.
Dishub pun mendorong keterlibatan orang tua untuk memanfaatkan layanan ini secara optimal. Dukungan masyarakat dinilai menjadi kunci keberlanjutan program, sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Dengan kembali beroperasinya “Bang Anjar”, pemerintah daerah berharap aktivitas belajar siswa tidak lagi terganggu oleh persoalan transportasi. Lebih jauh, langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem transportasi ramah pelajar yang berkelanjutan di Kabupaten Blitar.
(gun)







