Emas Raksasa di Bawah Laut: Temuan China di Laut Kuning Mengubah Peta Kekuatan Mineral Asia

- Redaksi

Selasa, 23 Desember 2025 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Tiongkok kembali mengirim sinyal kuat ke dunia. Negeri Tirai Bambu itu dilaporkan telah menemukan cadangan emas bawah laut pertamanya sekaligus yang terbesar di Asia, berlokasi di lepas pantai Laizhou, Kota Yantai, Provinsi Shandong. Temuan ini bukan sekadar penemuan geologi, melainkan berpotensi menjadi game changer dalam peta kekuatan ekonomi dan sumber daya global.

Berdasarkan laporan media internasional, penemuan terbaru tersebut membuat total cadangan emas terbukti di Laizhou melampaui 3.900 ton, setara sekitar 137 juta ons emas. Angka itu mencakup sekitar 26 persen dari total cadangan emas nasional China, menjadikan Laizhou sebagai wilayah dengan cadangan dan produksi emas terbesar di negara tersebut.

Yang menarik, otoritas China belum membuka detail pasti terkait volume emas yang berada di bawah laut, sebuah langkah yang memicu spekulasi luas di kalangan analis ekonomi dan geopolitik. Penemuan bawah laut ini dinilai memiliki nilai strategis tinggi, mengingat eksploitasi mineral laut dalam kini menjadi arena baru persaingan global.

Rentetan Temuan Emas Raksasa

Penemuan di Shandong bukan kasus tunggal. Pada November lalu, pemerintah China mengumumkan deposit emas berskala super besar berkadar rendah di Provinsi Liaoning dengan estimasi mencapai 1.444 ton. Kementerian Sumber Daya Alam China menyebutnya sebagai cadangan emas tunggal terbesar sejak berdirinya Republik Rakyat China pada 1949.

Tak berhenti di sana, wilayah Pegunungan Kunlun di Xinjiang Uygur juga dilaporkan menyimpan cadangan emas lebih dari 1.000 ton. Rentetan temuan ini menegaskan satu hal: China sedang memasuki fase baru dalam penguasaan sumber daya strategis.

Lebih dari Sekadar Tambang

Saat ini, produksi emas China mencapai sekitar 377 ton per tahun, menjadikannya produsen emas terbesar di dunia. Namun dari sisi total cadangan nasional, China masih berada di bawah beberapa negara besar seperti Afrika Selatan dan Australia.

Meski demikian, analis menilai penemuan emas bawah laut ini dapat mempercepat upaya Beijing untuk memperkuat cadangan devisa, mengurangi ketergantungan pada dolar AS, serta meningkatkan posisi tawar dalam ekonomi dan perdagangan global.

Dampak Global Mengintai

Jika eksploitasi emas bawah laut ini benar-benar direalisasikan, dunia berpotensi menyaksikan pergeseran besar dalam pasar emas global. Harga emas, peta investasi, hingga stabilitas ekonomi internasional bisa ikut terdampak.

Bagi China, emas bukan hanya logam mulia melainkan instrumen kekuatan nasional.

(GN/yon).

Berita Terkait

Inggris Perkuat Peran Diplomasi Global, Dorong Akses Kemanusiaan dan Stabilitas Timur Tengah
Koalisi Pimpinan Saudi Akhiri Operasi Militer di Pelabuhan Al Mukalla, Yaman Timur
Rusia Klaim Temukan Data Drone Ukraina yang Menargetkan Kediaman Putin
Malam Tahun Baru Dibayangi Serangan Drone, Warga Rusia dan Ukraina Jadi Korban
Pertahanan Udara Rusia Klaim Gagalkan Puluhan Drone Ukraina di Enam Wilayah
Aktivis Afrika Selatan Soroti Isu HAM dalam Penahanan Pendukung Palestina di Inggris
Pemukim Israel Serbu Peternakan Palestina, 150 Domba Raib dan Pekerja Dianiaya
Rekonstruksi Digital Ungkap Wajah Homo Erectus Afrika Lebih Primitif dari Dugaan Ilmuwan

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 06:41 WIB

Inggris Perkuat Peran Diplomasi Global, Dorong Akses Kemanusiaan dan Stabilitas Timur Tengah

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:18 WIB

Koalisi Pimpinan Saudi Akhiri Operasi Militer di Pelabuhan Al Mukalla, Yaman Timur

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:02 WIB

Rusia Klaim Temukan Data Drone Ukraina yang Menargetkan Kediaman Putin

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:44 WIB

Malam Tahun Baru Dibayangi Serangan Drone, Warga Rusia dan Ukraina Jadi Korban

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:50 WIB

Pertahanan Udara Rusia Klaim Gagalkan Puluhan Drone Ukraina di Enam Wilayah

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:37 WIB

Aktivis Afrika Selatan Soroti Isu HAM dalam Penahanan Pendukung Palestina di Inggris

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:29 WIB

Pemukim Israel Serbu Peternakan Palestina, 150 Domba Raib dan Pekerja Dianiaya

Selasa, 23 Desember 2025 - 16:46 WIB

Emas Raksasa di Bawah Laut: Temuan China di Laut Kuning Mengubah Peta Kekuatan Mineral Asia

Berita Terbaru