Jakarta – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali menegaskan sikap negaranya yang tetap berada di sisi Rusia di tengah situasi geopolitik yang masih memanas. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pesan resmi yang dirilis media pemerintah, tak lama setelah dirinya kembali dikukuhkan sebagai pemimpin tertinggi negara.
Dalam pesannya, Kim menyampaikan apresiasi atas berbagai ucapan selamat yang diterimanya. Namun lebih dari itu, ia juga menekankan arah hubungan luar negeri Korea Utara yang menurutnya tidak akan berubah, terutama dalam menjalin kerja sama dengan Moskow.
Ia menyebut hubungan antara kedua negara saat ini berada dalam fase yang semakin dekat. Kerja sama yang dibangun disebut mencakup berbagai bidang, termasuk pertahanan dan keamanan, yang dianggap penting untuk menjaga kepentingan masing-masing negara.
Pernyataan tersebut menguatkan sinyal bahwa Pyongyang akan terus berdiri bersama Rusia, terlepas dari tekanan internasional yang berkembang. Bagi Korea Utara, kemitraan ini dipandang sebagai bagian dari strategi menjaga kedaulatan di tengah dinamika global.
Sejak konflik di Ukraina pecah beberapa tahun terakhir, hubungan kedua negara memang menunjukkan peningkatan intensitas. Berbagai laporan menyebut adanya bentuk kerja sama yang lebih luas, meski tidak semuanya diungkap secara terbuka.
Di sisi lain, langkah ini juga menambah daftar negara yang secara terbuka memberikan dukungan terhadap Rusia. Kondisi tersebut membuat peta hubungan internasional semakin kompleks, dengan blok-blok kepentingan yang kian terlihat jelas.
Dengan pernyataan terbaru ini, arah kebijakan Korea Utara tampak semakin tegas. Negara tersebut memilih mempertahankan aliansi yang sudah terbangun, sekaligus memperkuat posisinya dalam percaturan global yang terus berubah. /
(yon).







