Blitar – Upaya pemberantasan narkotika di wilayah Kabupaten Blitar kembali menunjukkan hasil. Dalam pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026, aparat kepolisian setempat mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan narkoba hanya dalam hitungan hari.
Data yang dihimpun dari Polres Blitar mencatat sedikitnya 25 perkara berhasil diungkap, dengan total 29 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Seluruhnya kini menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kapolres Blitar AKBP Rivanda melalui jajaran Satuan Reserse Narkoba menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan indikator bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman nyata di tingkat daerah.
“Penindakan ini menunjukkan dua hal sekaligus: keseriusan aparat dan masih adanya peredaran yang cukup masif. Ini yang sedang kami kejar hingga ke akarnya,” ujar perwakilan Satresnarkoba, Kamis (26/3/2026).
Dalam operasi tersebut, polisi tidak hanya mengamankan pelaku, tetapi juga menyita sejumlah barang bukti yang beragam. Mulai dari sabu hingga ribuan butir obat keras tanpa izin edar yang selama ini beredar luas di masyarakat.
Temuan ini mengindikasikan bahwa jaringan peredaran narkotika di Blitar tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan pola distribusi yang lebih luas dan terorganisir. Aparat menduga, sebagian pelaku yang ditangkap merupakan bagian dari mata rantai jaringan yang lebih besar.
Meski demikian, polisi belum merinci secara detail asal-usul barang haram tersebut. Penelusuran masih terus dikembangkan untuk mengungkap pemasok utama hingga jalur distribusinya.
Di sisi lain, keberhasilan operasi ini juga tak lepas dari laporan masyarakat. Informasi yang masuk dinilai membantu aparat dalam memetakan wilayah rawan sekaligus menentukan target operasi secara lebih tepat.
Namun, tingginya angka pengungkapan dalam waktu singkat justru menjadi alarm tersendiri. Hal ini menandakan bahwa peredaran narkoba masih menyasar berbagai kalangan, termasuk kelompok usia produktif.
Polisi pun mengingatkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Pengawasan terhadap generasi muda dinilai krusial, mengingat mereka menjadi kelompok paling rentan terpapar.
Operasi Pekat Semeru memang telah berakhir, tetapi pekerjaan rumah belum selesai. Aparat memastikan bahwa penindakan akan terus berlanjut, dengan fokus pada pembongkaran jaringan yang selama ini bergerak di balik layar.
(Gun/jal).







