Blitar – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar, dinamika internal partai mulai terasa. Salah satu nama yang ramai diperbincangkan adalah Muhammad Rifa’i, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar.
Nama Rifa’i tidak muncul secara tiba-tiba. Ia sudah cukup lama berada di dalam struktur partai dan memahami ritme organisasi dari dalam. Pengalamannya sebagai sekretaris di jajaran kepengurusan DPC membuatnya terbiasa menghadapi berbagai dinamika internal, mulai dari konsolidasi kader hingga penguatan jaringan politik di tingkat bawah.
Di parlemen, perannya juga cukup terlihat. Ia sempat berada di posisi pimpinan sementara sebelum akhirnya ditetapkan secara definitif. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisinya dalam bursa calon ketua, karena dinilai memiliki pengalaman memimpin sekaligus menjembatani berbagai kepentingan.
Secara basis, Rifa’i dikenal memiliki dukungan yang cukup kuat di wilayah selatan Blitar. Kedekatannya dengan masyarakat, termasuk kalangan pesantren, membuat namanya tidak asing di tingkat akar rumput. Pendekatan yang ia bangun selama ini dinilai lebih cair dan tidak berjarak.
Selain itu, ia juga mulai membuka ruang komunikasi dengan kalangan muda. Beberapa waktu terakhir, dirinya terlihat aktif berdialog dengan organisasi kepemudaan dan mahasiswa, membahas berbagai isu lokal yang berkembang. Langkah ini dianggap sebagai upaya memperluas jangkauan sekaligus membaca arah kebutuhan generasi baru.
Meski demikian, bursa ketua DPC PKB Blitar masih terbuka. Muscab yang akan digelar dalam waktu dekat diperkirakan menjadi titik penentu arah kepemimpinan partai ke depan. Sejumlah kader lain juga berpotensi meramaikan kontestasi.
Di tengah situasi tersebut, muncul harapan agar proses pemilihan berjalan kondusif dan tetap mengedepankan kepentingan organisasi. Kepemimpinan yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjaga soliditas internal sekaligus menjawab tantangan politik yang semakin dinamis.
Bagi sebagian kader, figur ketua tidak hanya dilihat dari popularitas, tetapi juga kemampuan merangkul dan menjaga keseimbangan di dalam partai. Hal inilah yang menjadi catatan penting menjelang Muscab, ketika arah PKB Blitar untuk beberapa tahun ke depan akan ditentukan.
(gun).







