Tragedi Wang Fuk Court: Kebakaran Mematikan dan Sorotan Baru pada Standar Keselamatan Bangunan di Hong Kong

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hong Kong – Kebakaran besar yang melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court pada 26 November meninggalkan duka mendalam bagi Hong Kong. Lebih dari 150 orang tewas, puluhan lainnya masih dinyatakan hilang, dan delapan bangunan hangus terbakar. Tragedi ini menjadi kebakaran paling mematikan di kota tersebut dalam hampir 20 tahun, menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar keselamatan bangunan dan praktik renovasi.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa penyebaran api yang cepat kemungkinan diperparah oleh penggunaan material konstruksi yang tidak sesuai standar. Polisi Hong Kong telah menangkap 13 orang terkait dugaan kelalaian dan pelanggaran keselamatan. Dari 20 sampel material yang diambil, beberapa di antaranya gagal memenuhi uji ketahanan api. Temuan ini menegaskan bahwa aspek teknis konstruksi dapat menjadi faktor penting dalam skala kehancuran kebakaran.

Api diduga bermula dari area perancah yang sedang digunakan untuk renovasi salah satu gedung. Dari sana, api merembet dengan cepat ke gedung-gedung di sekitarnya. Warga yang tinggal di kompleks tersebut menyatakan bahwa mereka tidak sempat menyelamatkan diri sepenuhnya, karena api menyebar terlalu cepat dan alarm kebakaran tidak terdengar di beberapa titik.

Selain korban jiwa, kebakaran ini juga menimbulkan dampak sosial yang signifikan. Banyak keluarga kehilangan rumah sekaligus tempat usaha kecil mereka. Komunitas setempat kini menghadapi tantangan besar untuk memulihkan kehidupan sehari-hari.

Tragedi ini memicu perdebatan publik mengenai regulasi keselamatan bangunan di Hong Kong. Pakar konstruksi dan arsitektur menekankan perlunya inspeksi rutin, uji ketahanan material yang lebih ketat, dan transparansi dalam proyek renovasi. Mereka menyoroti bahwa meskipun ada peraturan, implementasi dan pengawasan lapangan sering kali kurang ketat, sehingga potensi risiko tetap tinggi.

Beberapa pihak menyerukan agar pemerintah Hong Kong segera meninjau ulang standar keselamatan, terutama pada bangunan tua dan proyek renovasi. Langkah preventif ini dianggap penting untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Kebakaran ini juga menjadi perhatian komunitas internasional. Konsulat asing di Hong Kong memantau situasi dengan seksama. Misalnya, Konsulat Rusia memastikan tidak ada warganya yang menjadi korban dalam tragedi tersebut.

Pihak berwenang menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang akan diproses secara hukum. Penangkapan 13 tersangka merupakan langkah awal untuk memastikan akuntabilitas, baik dari segi kelalaian manusia maupun penggunaan material yang tidak memenuhi standar.

Tragedi Wang Fuk Court menjadi pengingat pahit tentang pentingnya keselamatan bangunan dan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran. Bagi Hong Kong, kasus ini bukan hanya soal angka korban, tetapi juga tentang perlunya reformasi dan pengawasan yang lebih ketat agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.

 

Sumber : Sputnik

Berita Terkait

Inggris Perkuat Peran Diplomasi Global, Dorong Akses Kemanusiaan dan Stabilitas Timur Tengah
Koalisi Pimpinan Saudi Akhiri Operasi Militer di Pelabuhan Al Mukalla, Yaman Timur
Rusia Klaim Temukan Data Drone Ukraina yang Menargetkan Kediaman Putin
Malam Tahun Baru Dibayangi Serangan Drone, Warga Rusia dan Ukraina Jadi Korban
Pertahanan Udara Rusia Klaim Gagalkan Puluhan Drone Ukraina di Enam Wilayah
Aktivis Afrika Selatan Soroti Isu HAM dalam Penahanan Pendukung Palestina di Inggris
Pemukim Israel Serbu Peternakan Palestina, 150 Domba Raib dan Pekerja Dianiaya
Emas Raksasa di Bawah Laut: Temuan China di Laut Kuning Mengubah Peta Kekuatan Mineral Asia

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 06:41 WIB

Inggris Perkuat Peran Diplomasi Global, Dorong Akses Kemanusiaan dan Stabilitas Timur Tengah

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:18 WIB

Koalisi Pimpinan Saudi Akhiri Operasi Militer di Pelabuhan Al Mukalla, Yaman Timur

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:02 WIB

Rusia Klaim Temukan Data Drone Ukraina yang Menargetkan Kediaman Putin

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:44 WIB

Malam Tahun Baru Dibayangi Serangan Drone, Warga Rusia dan Ukraina Jadi Korban

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:50 WIB

Pertahanan Udara Rusia Klaim Gagalkan Puluhan Drone Ukraina di Enam Wilayah

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:37 WIB

Aktivis Afrika Selatan Soroti Isu HAM dalam Penahanan Pendukung Palestina di Inggris

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:29 WIB

Pemukim Israel Serbu Peternakan Palestina, 150 Domba Raib dan Pekerja Dianiaya

Selasa, 23 Desember 2025 - 16:46 WIB

Emas Raksasa di Bawah Laut: Temuan China di Laut Kuning Mengubah Peta Kekuatan Mineral Asia

Berita Terbaru