Pemkab Trenggalek Siap Putus Kontrak Proyek Listrik Sampah, Investor Dinilai Tak Penuhi Komitmen

- Redaksi

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sampah

Ilustrasi sampah

Trenggalek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengambil sikap tegas terhadap proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik yang hingga kini tak kunjung terealisasi. Kerja sama dengan pihak investor swasta terancam dihentikan setelah dinilai tidak menunjukkan progres sesuai kesepakatan awal.

Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soeprianto, mengungkapkan bahwa upaya komunikasi untuk menyelesaikan kerja sama secara musyawarah telah dilakukan. Namun, respons dari pihak perusahaan belum memenuhi harapan pemerintah daerah.

Menurutnya, sejumlah undangan resmi untuk melakukan pertemuan tidak mendapat tindak lanjut. Padahal, pemerintah daerah masih membuka ruang dialog agar proses pengakhiran kerja sama dapat dilakukan secara bersama-sama.

Karena tidak adanya kepastian, Pemkab Trenggalek kini mempertimbangkan langkah penghentian kontrak secara sepihak. Keputusan ini diambil demi memastikan program pengelolaan sampah di daerah tidak terus tertunda.

Proyek tersebut sebelumnya digagas sebagai solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi energi terbarukan. Rencana investasi yang disiapkan mencapai ratusan juta dolar AS, dengan masa kerja sama yang dirancang hingga puluhan tahun.

Lokasi pengembangan direncanakan berada di wilayah Kecamatan Karangan, dengan target pengolahan ratusan ton sampah per hari untuk diubah menjadi sumber energi listrik.

Namun dalam pelaksanaannya, proyek tidak menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi ini memicu evaluasi menyeluruh dari pemerintah daerah terhadap kelanjutan kerja sama.

Meski opsi pemutusan kontrak mulai disiapkan, komunikasi dengan pihak perusahaan disebut masih terus dibuka. Pemerintah daerah bahkan mempertimbangkan langkah proaktif untuk menjalin pertemuan langsung guna mempercepat kejelasan status proyek.

Pemkab berharap persoalan ini segera menemukan titik terang agar program pengelolaan sampah dapat dilanjutkan dengan skema yang lebih pasti dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

(gun).

Berita Terkait

Sekolah Rakyat Mulai Dikembangkan di Trenggalek, Akses Pendidikan Difokuskan untuk Keluarga Rentan
Pengadaan Proyek di Trenggalek Masih Tahap Awal, Tender Ditargetkan Mulai Kuartal Kedua
Bupati Trenggalek Lantik Sejumlah Pejabat, Penataan Struktur Organisasi Dipercepat
Pendapatan Nyaris Sempurna, Tapi Jalan Masih Jadi PR: LKPJ Trenggalek 2025 Disorot di Paripurna
Dari Meja Domino ke Arena Prestasi, Trenggalek Mulai Cetak Atlet untuk Kejurprov 2026
Mayat Lansia Ditemukan di Hutan Trenggalek, Polisi Duga Meninggal karena Kondisi Alam
Peta Baru PKB Trenggalek: Lima Kandidat Muncul, DPP Siapkan Seleksi Berlapis hingga Juli 2026
Fiskal Terbatas, Bupati Trenggalek Pilih Selamatkan Pasien Kronis: Skema JKN Disisir Ulang

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 19:30 WIB

Sekolah Rakyat Mulai Dikembangkan di Trenggalek, Akses Pendidikan Difokuskan untuk Keluarga Rentan

Rabu, 1 April 2026 - 19:19 WIB

Pengadaan Proyek di Trenggalek Masih Tahap Awal, Tender Ditargetkan Mulai Kuartal Kedua

Rabu, 1 April 2026 - 19:13 WIB

Bupati Trenggalek Lantik Sejumlah Pejabat, Penataan Struktur Organisasi Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 - 19:02 WIB

Pendapatan Nyaris Sempurna, Tapi Jalan Masih Jadi PR: LKPJ Trenggalek 2025 Disorot di Paripurna

Senin, 30 Maret 2026 - 08:29 WIB

Dari Meja Domino ke Arena Prestasi, Trenggalek Mulai Cetak Atlet untuk Kejurprov 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 00:49 WIB

Mayat Lansia Ditemukan di Hutan Trenggalek, Polisi Duga Meninggal karena Kondisi Alam

Senin, 30 Maret 2026 - 00:40 WIB

Peta Baru PKB Trenggalek: Lima Kandidat Muncul, DPP Siapkan Seleksi Berlapis hingga Juli 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 00:30 WIB

Fiskal Terbatas, Bupati Trenggalek Pilih Selamatkan Pasien Kronis: Skema JKN Disisir Ulang

Berita Terbaru