Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

- Pewarta

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto berbobot 1,037 ton resmi diserahkan untuk masyarakat Trenggalek menjelang Iduladha 1447 Hijriah.

Sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto berbobot 1,037 ton resmi diserahkan untuk masyarakat Trenggalek menjelang Iduladha 1447 Hijriah.

TRENGGALEK, Lumineerdaily.com –Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, suasana di Kabupaten Trenggalek terasa berbeda. Seekor sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan bobot lebih dari satu ton resmi diserahkan untuk masyarakat, Selasa (26/5/2026).

Sapi jenis Simmental milik peternak asal Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Mujadi atau Anto itu menjadi perhatian warga karena ukuran tubuhnya yang besar dan kondisinya yang prima. Dengan berat mencapai 1.037 kilogram, hewan kurban tersebut akan disembelih di Masjid Ngelo, Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa bantuan hewan kurban dari Presiden bukan sekadar bantuan simbolis, melainkan bentuk kepedulian kepada masyarakat di daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas amanah hewan kurban ini. Semoga membawa keberkahan, manfaat bagi masyarakat, dan menjadi amal jariyah,” ujar Syah.

Momentum penyerahan sapi kurban tersebut juga menjadi gambaran kuatnya perhatian pemerintah pusat terhadap daerah, terutama dalam momentum keagamaan yang sarat nilai sosial dan kemanusiaan.

Di balik terpilihnya sapi berbobot jumbo itu, terdapat proses seleksi yang cukup ketat. Kepala Bidang Perbibitan, Pakan dan Produksi Peternakan Dinas Peternakan Trenggalek, Yoyon Harianto menjelaskan, pemerintah daerah melakukan penjaringan terhadap sejumlah ternak terbaik sebelum akhirnya menetapkan pilihan.

Menurut Yoyon, setiap kabupaten di Jawa Timur memperoleh alokasi satu ekor sapi kurban Presiden. Dari sejumlah ternak yang masuk penilaian di Trenggalek, terdapat dua sapi dengan ukuran menonjol.

“Setelah dilakukan penimbangan, sapi milik Pak Mujadi memiliki bobot paling besar, yakni 1.037 kilogram. Sedangkan kandidat lainnya sekitar 900 kilogram,” jelasnya.

Hasil tersebut kemudian diajukan ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur hingga akhirnya ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden RI untuk Kabupaten Trenggalek tahun 2026.

Tak hanya unggul dari sisi ukuran, kondisi kesehatan sapi juga dipastikan memenuhi standar veteriner dan syariat kurban. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh oleh tim kesehatan hewan Dinas Peternakan Trenggalek.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Trenggalek, drh. Ririn Hari Setiani mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi sapi dalam keadaan sehat dan layak dikurbankan.

“Suhu tubuh normal di angka 38,5 derajat Celsius, nafsu makan baik, bulu bersih dan mengilap, mata normal, serta tidak ditemukan tanda diare maupun cacat fisik,” terangnya.

Menurut Ririn, kesehatan hewan menjadi syarat utama dalam pelaksanaan kurban agar daging yang dibagikan kepada masyarakat benar-benar aman dan layak konsumsi.

Di sisi lain, terpilihnya sapi milik peternak lokal juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Trenggalek. Bantuan kurban Presiden dinilai memberi dampak positif bagi peternak daerah sekaligus menunjukkan kualitas ternak lokal mampu bersaing di tingkat nasional.

 

 

Rencananya, daging kurban dari sapi bantuan Presiden tersebut akan dibagikan kepada masyarakat sekitar Masjid Ngelo saat perayaan Iduladha nanti.

Di tengah semangat kebersamaan dan nilai gotong royong yang melekat dalam Iduladha, kehadiran sapi kurban Presiden itu menjadi simbol perhatian negara yang hadir hingga ke daerah. (gun)

Berita Terkait

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS
Pendapatan Pajak Penerangan Jalan Trenggalek Capai Rp20,8 Miliar, Warga Minta Penggunaan Dana Lebih Terbuka
Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun
Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan
Puluhan Sekolah di Trenggalek Belum Punya Kepala Definitif, Jabatan Masih Diisi Plt Berbulan-bulan
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:30 WIB

Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:59 WIB

Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:40 WIB

Puluhan Sekolah di Trenggalek Belum Punya Kepala Definitif, Jabatan Masih Diisi Plt Berbulan-bulan

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB