RKPD 2027 Digodok, Jatim Taruh Taruhan Besar di Kesehatan dan Pendidikan

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai mengunci arah pembangunan untuk tahun 2027. Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar di Surabaya, Selasa (14/4/2026), fokus utama diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat: layanan kesehatan dan pendidikan.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa pembangunan ke depan tidak lagi sekadar mengejar proyek fisik, tetapi memastikan layanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Yang paling penting sekarang bukan hanya bangunan, tapi bagaimana masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan dan pendidikan dengan mudah,” ujarnya di hadapan peserta Musrenbang.

Di sektor kesehatan, Pemprov Jatim mempercepat penyelesaian sejumlah proyek rumah sakit daerah. Beberapa di antaranya berada di wilayah Jember dan Madura yang selama ini dinilai masih membutuhkan penguatan layanan rujukan. Dengan tambahan fasilitas tersebut, jaringan rumah sakit milik provinsi ditargetkan semakin merata dan tidak lagi terpusat di kota besar.

Sementara itu di sektor pendidikan, tantangan justru datang dari sisi anggaran. Pemprov harus melakukan penyesuaian fiskal yang berdampak pada berkurangnya ruang belanja hingga triliunan rupiah. Meski begitu, pemerintah memastikan kebijakan tetap berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan, terutama pada penguatan tenaga pengajar.

Menurut Emil, kualitas guru menjadi kunci utama jika ingin mencetak generasi yang siap bersaing. “Kalau manusianya kuat, sistem akan ikut kuat,” tegasnya.

Di balik prioritas tersebut, persoalan klasik masih membayangi: ketergantungan pendapatan daerah pada pajak kendaraan bermotor. Sumber ini harus dibagi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembangunan jalan hingga pembiayaan sektor pendidikan dan kesehatan.

Kondisi itu membuat pemerintah harus berhitung ketat agar semua sektor tetap berjalan tanpa mengorbankan pelayanan publik.

Selain layanan dasar, arah pembangunan Jatim juga menyentuh pemerataan ekonomi. Kawasan metropolitan seperti Surabaya Raya dan Malang Raya tetap dijadikan motor pertumbuhan, terutama di sektor jasa, industri kreatif, dan ekonomi digital. Namun di saat yang sama, wilayah desa tidak boleh tertinggal.

Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, Pemprov mendorong pengembangan transportasi terintegrasi. Program seperti Trans Jatim diperluas, sementara konektivitas antarwilayah diperkuat melalui proyek kereta api, termasuk rencana jalur ganda (double track) dan elektrifikasi.

Langkah ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi strategi jangka panjang untuk menghubungkan pusat ekonomi dengan daerah penyangga.

“Transportasi itu bukan soal hari ini saja. Ini investasi masa depan,” kata Emil.

Di sisi lain, pemerintah juga menekankan pentingnya pembenahan tata kelola. Evaluasi internal akan terus dilakukan untuk memastikan program berjalan efektif dan tidak tersendat di lapangan.

Forum Musrenbang ini menjadi titik awal penyusunan kebijakan pembangunan yang akan dijalankan pada 2027. Hasilnya akan menentukan arah Jawa Timur dalam menghadapi tantangan ekonomi, sosial, hingga perubahan global.

Dengan berbagai keterbatasan yang ada, pemerintah daerah kini dihadapkan pada pilihan penting: memastikan pembangunan tetap berjalan merata, tanpa meninggalkan kebutuhan dasar masyarakat yang paling mendesak.

(Udi)

Berita Terkait

DPRD Trenggalek Buka Suara Usai Demo Mahasiswa, Soroti UU TNI dan Perpol 2025
Dari Ajudan Jadi Tersangka: Jejak Karier Dwi Yoga Ambal Ariski dalam Kasus OTT Tulungagung
Gerindra Tegas Lepas Tangan: Status Gatut Sunu Wibowo Dipastikan Bukan Kader, Tak Ada Bantuan Hukum
Kubangan Tambang Galian C Makan Korban, Balita 3 Tahun Tewas di Trenggalek
Satu Nama, Dua Wilayah: Jejak Sejarah yang Membelah Kota dan Kabupaten Kediri
4.285 Warga Kediri Dapat Beras Gratis via ATM, Pemkot Siapkan 32 Ton untuk Bantuan 2026
Sasar Lansia, Pria di Blitar Ditangkap Edarkan Uang Palsu, Polisi Temukan Sabu
Sekda Kosong Tak Sampai Sepekan, Pemkot Blitar Tunjuk Pj untuk Jaga Stabilitas Birokrasi

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 06:53 WIB

DPRD Trenggalek Buka Suara Usai Demo Mahasiswa, Soroti UU TNI dan Perpol 2025

Rabu, 15 April 2026 - 06:19 WIB

Dari Ajudan Jadi Tersangka: Jejak Karier Dwi Yoga Ambal Ariski dalam Kasus OTT Tulungagung

Rabu, 15 April 2026 - 06:14 WIB

Gerindra Tegas Lepas Tangan: Status Gatut Sunu Wibowo Dipastikan Bukan Kader, Tak Ada Bantuan Hukum

Rabu, 15 April 2026 - 05:43 WIB

Kubangan Tambang Galian C Makan Korban, Balita 3 Tahun Tewas di Trenggalek

Selasa, 14 April 2026 - 12:16 WIB

RKPD 2027 Digodok, Jatim Taruh Taruhan Besar di Kesehatan dan Pendidikan

Selasa, 14 April 2026 - 11:47 WIB

Satu Nama, Dua Wilayah: Jejak Sejarah yang Membelah Kota dan Kabupaten Kediri

Selasa, 14 April 2026 - 11:39 WIB

4.285 Warga Kediri Dapat Beras Gratis via ATM, Pemkot Siapkan 32 Ton untuk Bantuan 2026

Selasa, 14 April 2026 - 11:29 WIB

Sasar Lansia, Pria di Blitar Ditangkap Edarkan Uang Palsu, Polisi Temukan Sabu

Berita Terbaru