DPRD Blitar Turun Langsung ke Pabrik Kayu, Uji Kepatuhan Hak Pekerja

- Pewarta

Minggu, 19 April 2026 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lumineerdaily.com, Blitar – Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar memilih tidak hanya menerima laporan di atas kertas. Pada Jumat, (17/4/2026), rombongan dewan turun langsung ke lantai produksi PT Panca Karya Kayoe di Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, untuk memastikan satu hal yang kerap jadi persoalan klasik, apakah hak pekerja benar-benar dipenuhi, atau sekadar tertulis rapi di dokumen perusahaan.

Kunjungan itu dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Sugeng Suroso, dengan didampingi jajaran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar. Mereka tidak hanya berdialog dengan manajemen, tetapi juga menyusuri area produksi, memperhatikan ritme kerja, serta mencermati kondisi pekerja di lapangan.

“Pengawasan ini kami lakukan untuk memastikan kesesuaian antara aturan dengan praktik di lapangan, terutama terkait upah dan jaminan sosial,” ujar Sugeng di sela kunjungan.

Fokus utama pengawasan tertuju pada dua hal krusial kesesuaian upah, dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) serta kepesertaan pekerja dalam BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Dua aspek ini selama ini kerap menjadi titik rawan dalam hubungan industrial, terutama di sektor manufaktur.

Dari hasil peninjauan sementara, Komisi IV menyebut perusahaan telah memenuhi kewajiban normatif. Upah dinilai sesuai dengan ketentuan UMK, sementara pekerja juga telah terdaftar dalam program jaminan sosial.

Namun, DPRD tidak berhenti pada kesimpulan administratif. Peninjauan langsung dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi tersebut benar-benar berjalan, bukan sekadar laporan formal.

Di area produksi, aktivitas berjalan normal. Pekerja terlihat menjalankan tugas sesuai pembagian kerja, sementara pengawasan internal perusahaan tampak berjalan. Meski demikian, DPRD menegaskan bahwa pengawasan semacam ini tidak boleh bersifat sekali datang lalu selesai.

“Kami ingin memastikan bahwa kondisi ini konsisten, bukan hanya saat ada kunjungan. Hak pekerja harus dijaga setiap hari,” kata Sugeng.

Selain aspek perlindungan tenaga kerja, Komisi IV juga menyoroti kontribusi perusahaan terhadap lingkungan sekitar. PT Panca Karya Kayoe dinilai menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah signifikan, yang berdampak langsung pada penyerapan pengangguran di wilayah Talun dan sekitarnya.

Mayoritas pekerja berasal dari desa sekitar, sebuah fakta yang menurut DPRD menjadi indikator penting bahwa keberadaan industri tidak hanya berorientasi produksi, tetapi juga memberi efek ekonomi bagi masyarakat.

Meski hasil kunjungan menunjukkan kepatuhan, DPRD tetap memberi catatan: pengawasan harus terus dilakukan secara berkala. Dunia kerja, menurut mereka, bukan ruang yang statis. Perubahan kondisi ekonomi, tekanan produksi, hingga dinamika internal perusahaan bisa saja memengaruhi pemenuhan hak pekerja.

Di sisi lain, Disnaker Kabupaten Blitar diminta tidak hanya hadir saat ada persoalan, tetapi aktif melakukan pembinaan dan pengawasan rutin. Koordinasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dinilai menjadi kunci agar hubungan industrial tetap sehat.

Kunjungan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa fungsi pengawasan DPRD tidak berhenti pada rapat dan laporan. Ia harus hadir langsung di lapangan, melihat, mendengar, dan memastikan.

Sebab dalam banyak kasus, persoalan ketenagakerjaan sering kali tidak muncul ke permukaan, bukan karena tidak ada, tetapi karena tidak pernah benar-benar diperiksa.

(gun/ADV)

Berita Terkait

Efek OTT Menyebar, DPRD Blitar Perketat Pengawasan dan Tegaskan Komitmen Antikorupsi
Anggaran Kesehatan Ratusan Miliar di Blitar Disorot, Serapan Tinggi Tapi Layanan Belum Maksimal
Sasar Lansia, Pria di Blitar Ditangkap Edarkan Uang Palsu, Polisi Temukan Sabu
Sekda Kosong Tak Sampai Sepekan, Pemkot Blitar Tunjuk Pj untuk Jaga Stabilitas Birokrasi
Waspada Campak di Blitar, 21 Sampel Dikirim, Imunisasi Kejar Disiapkan
DPRD Blitar Gaspol Susun Agenda April 2026, Fokus LKPJ hingga Raperda Pesantren
Pemkot Blitar Terima Bantuan Truk untuk Koperasi Kelurahan, Penguatan Ekonomi Lokal Digenjot
Jadwal Keberangkatan Haji 2026 dari Blitar Ditetapkan, Empat Kloter Disiapkan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 09:37 WIB

Efek OTT Menyebar, DPRD Blitar Perketat Pengawasan dan Tegaskan Komitmen Antikorupsi

Minggu, 19 April 2026 - 09:04 WIB

DPRD Blitar Turun Langsung ke Pabrik Kayu, Uji Kepatuhan Hak Pekerja

Rabu, 15 April 2026 - 05:34 WIB

Anggaran Kesehatan Ratusan Miliar di Blitar Disorot, Serapan Tinggi Tapi Layanan Belum Maksimal

Selasa, 14 April 2026 - 11:29 WIB

Sasar Lansia, Pria di Blitar Ditangkap Edarkan Uang Palsu, Polisi Temukan Sabu

Selasa, 14 April 2026 - 11:24 WIB

Sekda Kosong Tak Sampai Sepekan, Pemkot Blitar Tunjuk Pj untuk Jaga Stabilitas Birokrasi

Minggu, 12 April 2026 - 08:42 WIB

Waspada Campak di Blitar, 21 Sampel Dikirim, Imunisasi Kejar Disiapkan

Senin, 6 April 2026 - 15:30 WIB

DPRD Blitar Gaspol Susun Agenda April 2026, Fokus LKPJ hingga Raperda Pesantren

Rabu, 1 April 2026 - 19:50 WIB

Pemkot Blitar Terima Bantuan Truk untuk Koperasi Kelurahan, Penguatan Ekonomi Lokal Digenjot

Berita Terbaru

Ekonomi

TNI–Polri & Wartawan Dapat Rumah Subsidi

Minggu, 19 Apr 2026 - 22:08 WIB

Otomotif

Honda CB125R 2026 Meluncur di Jepang, Motor Kecil Rasa Big Bike

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:12 WIB