Jangan Salah Sasaran!” Bupati Gatut Sunu Peringatkan Soal Bantuan Pangan

- Pewarta

Jumat, 31 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung, lumineerdaily – Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menegaskan bantuan pangan (banpang) dari pemerintah hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan. Ia memperingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba memanfaatkan program tersebut untuk kepentingan pribadi.Hal itu disampaikan Bupati Gatut Sunu saat menyalurkan bantuan pangan periode Oktober–November 2025 di Kantor Kelurahan Kauman, Kecamatan Kota Tulungagung, Kamis (30/10).

Menurutnya, penyalahgunaan bantuan sosial merupakan pelanggaran serius dan bisa berujung proses hukum.“Kalau sampai ada yang menyalahgunakan, akan kami tindak tegas. Aparat penegak hukum siap bergerak,” ujar Bupati.

Ia juga mengingatkan agar perangkat desa dan kelurahan memastikan bantuan diterima oleh warga yang berhak. “Ini hak masyarakat miskin.

“Jangan sampai salah sasaran, apalagi diselewengkan,” tambahnya.

Program bantuan pangan tersebut diberikan kepada 79.471 keluarga penerima manfaat di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng setiap bulan. Jumlah ini sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 80 ribu penerima.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Agus Suswantoro, menjelaskan penurunan jumlah penerima disebabkan adanya pembaruan data. Beberapa nama dihapus karena sudah mampu, menjadi aparatur negara, atau telah meninggal dunia.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, memastikan pasokan beras dan minyak goreng aman untuk seluruh penerima.

Bulog telah menyiapkan 1.500 ton beras dan lebih dari 300 ribu liter minyak goreng untuk program tersebut.“Distribusi akan dilakukan bertahap hingga seluruh penerima manfaat menerima haknya,” kata Yonas.

Berita Terkait

Mengapa 8 Mei Diperingati sebagai Hari Palang Merah Sedunia?
BPBD Kota Blitar Siapkan 20 Tandon Air untuk Antisipasi Kekeringan Musim Kemarau 2026
Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blitar Selatan Turun Tangan
Ribuan Buruh Peringati May Day 2026 di Surabaya, Soroti PHK hingga Perlindungan Pekerja Digital
Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Dorong Penguatan Industri Nasional
Dugaan Pungli Fasilitas Khusus di Lapas Blitar Diusut, Tiga Petugas Diperiksa
Putusan Sela PN Banyuwangi Akhiri Gugatan terhadap Denada, Perkara Tidak Dilanjutkan
HUT ke-74 Kopassus di Blitar, Tegaskan Loyalitas dan Pengabdian Tanpa Batas
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:47 WIB

Mengapa 8 Mei Diperingati sebagai Hari Palang Merah Sedunia?

Senin, 4 Mei 2026 - 20:20 WIB

BPBD Kota Blitar Siapkan 20 Tandon Air untuk Antisipasi Kekeringan Musim Kemarau 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:54 WIB

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blitar Selatan Turun Tangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:01 WIB

Ribuan Buruh Peringati May Day 2026 di Surabaya, Soroti PHK hingga Perlindungan Pekerja Digital

Rabu, 29 April 2026 - 13:48 WIB

Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Dorong Penguatan Industri Nasional

Selasa, 28 April 2026 - 16:26 WIB

Dugaan Pungli Fasilitas Khusus di Lapas Blitar Diusut, Tiga Petugas Diperiksa

Kamis, 23 April 2026 - 20:44 WIB

Putusan Sela PN Banyuwangi Akhiri Gugatan terhadap Denada, Perkara Tidak Dilanjutkan

Senin, 20 April 2026 - 20:21 WIB

HUT ke-74 Kopassus di Blitar, Tegaskan Loyalitas dan Pengabdian Tanpa Batas

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB