Tulungagung – Suasana Hari Raya Idul Fitri di Desa Gandong, Kecamatan Bandung, tampak lebih ramai dari biasanya. Kediaman Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dipadati warga yang datang sejak pagi untuk mengikuti halalbihalal sekaligus bersilaturahmi secara langsung.
Arus kedatangan warga terlihat tidak terputus. Mereka rela antre untuk berjabat tangan dengan bupati, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Momen ini menjadi ruang bertemu antara pemimpin dan masyarakat tanpa sekat formalitas.
Di tengah kegiatan tersebut, bupati juga menyerahkan santunan kepada anak yatim dan warga yang membutuhkan. Penyerahan dilakukan secara langsung, menghadirkan suasana haru sekaligus kebahagiaan bagi para penerima.
“Ini bagian dari kebersamaan kita. Lebaran bukan hanya soal saling memaafkan, tapi juga saling peduli,” ujar Gatut Sunu di hadapan warga.

Tidak hanya itu, suasana semakin hidup dengan adanya hiburan rakyat. Musik campursari dan pentas lawak mengiringi jalannya acara, sementara warga juga menikmati sajian makanan yang disediakan secara gratis.
Namun di balik suasana yang meriah, bupati juga menyampaikan hal yang cukup terbuka kepada masyarakat. Ia mengakui bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan di beberapa wilayah.
Menurutnya, perbaikan jalan membutuhkan waktu dan proses. Pemerintah daerah telah menyiapkan peningkatan anggaran untuk mempercepat penanganan, meskipun belum bisa menjangkau seluruh titik secara sekaligus.
Pernyataan tersebut mendapat respons beragam dari warga. Sebagian memahami kondisi tersebut sebagai proses bertahap, namun ada pula yang berharap perbaikan jalan bisa segera dirasakan lebih luas.
Salah satu warga yang hadir mengaku senang bisa datang langsung ke acara tersebut. Baginya, selain bisa bersilaturahmi, momen ini juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung kedekatan pemimpin dengan masyarakat.
“Senang bisa bertemu langsung. Harapannya ke depan jalan-jalan juga makin baik,” ujarnya.
Halalbihalal di kediaman bupati tahun ini tidak hanya menjadi ajang tradisi tahunan. Di balik keramaian dan kebersamaan, tersimpan harapan masyarakat agar perhatian terhadap kebutuhan dasar seperti infrastruktur dapat terus ditingkatkan, seiring dengan upaya menjaga kedekatan antara pemimpin dan warganya.







