Kasus Campak Muncul di Tulungagung, Dinkes Pastikan Belum KLB: 44 Suspek Terdata

- Pewarta

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung – Dinas Kesehatan Tulungagung memastikan belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) meski temuan kasus campak mulai teridentifikasi. Hingga akhir Maret 2026, tercatat puluhan anak masuk kategori suspek, dengan satu kasus terkonfirmasi melalui uji laboratorium awal.

Kepala Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, menyampaikan jumlah suspek campak mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Dari temuan awal sebelum masa libur Lebaran, angka tersebut bertambah menjadi 44 anak yang menunjukkan gejala mengarah ke campak.

Seluruh kasus tersebut telah ditindaklanjuti dengan pengambilan spesimen untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan dilakukan melalui sampel darah dan sebagian melalui sampel lain yang dikirim ke laboratorium rujukan di Surabaya.

Hasil sementara menunjukkan satu anak dinyatakan positif campak. Namun, Dinkes menegaskan hasil tersebut masih menunggu konfirmasi lanjutan dari pemeriksaan serum darah yang menjadi acuan utama dalam penegakan diagnosis.

“Pemeriksaan laboratorium masih berproses. Untuk penetapan pasti, kami tetap mengacu pada hasil spesimen darah,” kata Desi.

Langkah cepat langsung dilakukan setelah temuan tersebut. Tim kesehatan diterjunkan untuk melakukan pelacakan (tracing) di lingkungan tempat tinggal dan sekolah anak yang terindikasi positif. Hasil penelusuran sementara belum menunjukkan adanya penyebaran lanjutan.

Meski demikian, Dinkes menegaskan bahwa kondisi saat ini belum memenuhi kriteria untuk penetapan KLB. Penentuan status tersebut tidak hanya didasarkan pada jumlah kasus, tetapi juga mempertimbangkan faktor penyebaran dan keputusan pemerintah daerah.

Di tingkat provinsi, beberapa wilayah telah lebih dulu menetapkan status KLB dan menjalankan respons khusus. Sementara Tulungagung masih berada pada tahap pengendalian dan pemantauan intensif.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes kini fokus pada pendataan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi campak secara lengkap. Program imunisasi kejar dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat guna menekan potensi penyebaran.

Pihak kesehatan menegaskan bahwa imunisasi tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah campak, terutama pada kelompok usia balita yang rentan.

Dengan peningkatan jumlah suspek, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci. Pemerintah daerah meminta orang tua segera memeriksakan anak jika muncul gejala seperti demam dan ruam, serta memastikan status imunisasi terpenuhi.

Situasi masih terkendali, namun tren kenaikan kasus menjadi peringatan dini—bahwa pengawasan dan pencegahan tidak boleh lengah.

(gun).

Berita Terkait

MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya
Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas
Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan
DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas
DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG
Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik
Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW
FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:38 WIB

DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:18 WIB

DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:53 WIB

Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46 WIB

Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26 WIB

FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:19 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung Dimulai Oktober 2026, Tampung 1000 Siswa Kurang Mampu

Berita Terbaru