Evaluasi Ketat Program MBG di Tulungagung: 8 SPPG Dihentikan Sementara dari 116 Dapur, Standar Keamanan Jadi Sorotan

- Redaksi

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung mulai memasuki fase evaluasi serius. Dari total 116 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, sebanyak delapan dapur dihentikan sementara akibat sejumlah persoalan di lapangan.

Langkah penghentian ini menunjukkan adanya pengetatan standar dalam pelaksanaan program, khususnya terkait keamanan pangan dan kelayakan operasional dapur.

Koordinator wilayah Badan Gizi Nasional Tulungagung, Sebrina Mahardika, menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan setelah ditemukan beberapa kendala mendasar.

“Dari total 116 SPPG yang berjalan, ada delapan yang saat ini disetop sementara. Penyebabnya beragam, mulai dari tidak adanya pengawas gizi, fasilitas yang belum memenuhi standar, hingga adanya kasus yang menjadi perhatian,” ujarnya.

Ia merinci, satu SPPG dihentikan karena tidak memiliki tenaga pengawas gizi, empat lainnya terkait kasus menonjol yang masih dalam penanganan, serta tiga SPPG karena fasilitas yang dinilai belum memadai.

Sebagian dari dapur tersebut juga berkaitan dengan laporan gangguan kesehatan yang sempat terjadi di lingkungan sekolah beberapa waktu lalu. Namun hingga kini, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan masih belum dipublikasikan secara rinci dan telah dilaporkan ke tingkat pusat.

Selama masa penghentian, pengelola diwajibkan melakukan perbaikan menyeluruh sesuai rekomendasi dari Dinas Kesehatan Tulungagung. Perbaikan mencakup aspek kebersihan, kelengkapan sarana prasarana, hingga sistem pengawasan gizi.

“Kami akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala. Jika sudah memenuhi standar, operasional bisa dibuka kembali,” kata Sebrina.

Selain persoalan teknis, evaluasi juga menyentuh kualitas menu makanan yang sebelumnya sempat dikeluhkan. Perubahan arah kebijakan kini mulai difokuskan pada peningkatan mutu layanan, tidak lagi sekadar mengejar jumlah dapur yang beroperasi.

Tahun ini, perhatian diarahkan pada tiga aspek utama, yakni kualitas menu, kesiapan sarana prasarana, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di setiap SPPG.

Langkah evaluasi ini diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program MBG di Tulungagung agar berjalan lebih aman, terstandar, dan berkelanjutan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan gizi bagi pelajar.

(gun).

Berita Terkait

Kasus Suspek Campak Meningkat, Dinkes Tulungagung Lakukan Imunisasi Respons di Wilayah Terdampak
Bulog Salurkan Bantuan Pangan 2026 di Tulungagung, 142.579 Penerima Dapat 20 Kg Beras
Tulungagung Siap Jadi Panggung MTQ Jatim 2027, Anggaran Belasan Miliar Disiapkan
Operasi Senyap Jelang Kupatan, Polisi Sita Belasan Balon Udara Liar di Tulungagung
Usulan CASN 2026 Tulungagung Dikebut, Tenaga Kesehatan Diproyeksi Dominan
BRIDA Tulungagung Buka Layanan HAK Kekayaan Intelektual Gratis, Lindungi Karya Warga dari Klaim Pihak Lain
Kasus Campak Muncul di Tulungagung, Dinkes Pastikan Belum KLB: 44 Suspek Terdata
Program MBG di Tulungagung Tak Wajib, Sekolah Punya Hak Menentukan Pilihan

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 19:58 WIB

Kasus Suspek Campak Meningkat, Dinkes Tulungagung Lakukan Imunisasi Respons di Wilayah Terdampak

Senin, 30 Maret 2026 - 08:15 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan 2026 di Tulungagung, 142.579 Penerima Dapat 20 Kg Beras

Senin, 30 Maret 2026 - 08:01 WIB

Tulungagung Siap Jadi Panggung MTQ Jatim 2027, Anggaran Belasan Miliar Disiapkan

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:29 WIB

Operasi Senyap Jelang Kupatan, Polisi Sita Belasan Balon Udara Liar di Tulungagung

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:21 WIB

Usulan CASN 2026 Tulungagung Dikebut, Tenaga Kesehatan Diproyeksi Dominan

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:14 WIB

Evaluasi Ketat Program MBG di Tulungagung: 8 SPPG Dihentikan Sementara dari 116 Dapur, Standar Keamanan Jadi Sorotan

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:58 WIB

BRIDA Tulungagung Buka Layanan HAK Kekayaan Intelektual Gratis, Lindungi Karya Warga dari Klaim Pihak Lain

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:48 WIB

Kasus Campak Muncul di Tulungagung, Dinkes Pastikan Belum KLB: 44 Suspek Terdata

Berita Terbaru