TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek melakukan rotasi dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama (JPT) sebagai bagian dari penyesuaian struktur organisasi perangkat daerah (OPD). Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Bawarasa dan dipimpin langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, pada akhir Maret 2026.
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak delapan pejabat resmi menempati posisi baru di sejumlah sektor strategis. Perubahan ini dilakukan setelah evaluasi kinerja serta penyesuaian nomenklatur OPD di lingkungan pemerintah daerah.
Berikut susunan lengkap pejabat yang dilantik beserta jabatan barunya:
Saeroni kini menjabat Direktur RSUD dr. Soedomo Trenggalek, setelah sebelumnya menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
Sunarto dipercaya sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra, sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kesehatan PPKB.
Joko Susanto kini menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), sebelumnya memimpin Dinas Peternakan dan Perikanan.
Muyono Piranata menjabat Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Edi Santoso kini menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), sebelumnya Kepala DPMPTSP.
Agus Dwi Karyanto dipercaya sebagai Kepala Dinas Pendidikan, menggantikan posisi sebelumnya yang dijabat pelaksana tugas.
Saniran kini mengisi jabatan baru di lingkungan OPD (sebelumnya menjabat Plt Kepala Dinas Pendidikan).
Suhartoko menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), setelah sebelumnya di Badan Pendapatan dan Keuangan Daerah.
Selain delapan pejabat tersebut, jabatan Direktur Perumda Tirta Wening juga resmi diisi oleh Khoirul Ansori yang terpilih melalui proses seleksi terbuka.
Bupati Trenggalek menyampaikan bahwa rotasi ini merupakan bagian dari langkah penyesuaian organisasi sekaligus upaya meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan. Ia menekankan bahwa penempatan pejabat dilakukan berdasarkan evaluasi serta kebutuhan organisasi.
“Dengan adanya perubahan struktur, tentu harus ada penyesuaian. Kami ingin setiap posisi diisi oleh orang yang tepat agar kinerja lebih optimal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti sejumlah sektor prioritas, seperti peningkatan layanan kesehatan, penguatan tata kelola keuangan daerah, serta percepatan pembangunan di bidang pendidikan.
Untuk perusahaan daerah, khususnya layanan air minum, pemerintah mendorong adanya inovasi serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sementara di sektor pendidikan, perhatian difokuskan pada pemerataan fasilitas hingga ke wilayah desa.
Melalui rotasi ini, Pemkab Trenggalek berharap kinerja birokrasi semakin dinamis dan responsif, sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang lebih baik serta mendorong percepatan pembangunan daerah.
(gun)







