Tulungagung – Aparat kepolisian mengamankan seorang pria lanjut usia berinisial M (70), warga Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, atas dugaan tindak kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Kasus ini menjadi perhatian karena peristiwa terjadi berulang dalam kurun waktu yang tidak singkat.
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba, menjelaskan bahwa tersangka merupakan tetangga dekat korban. Posisi rumah yang berdekatan membuat pelaku mengetahui kondisi keseharian korban, termasuk saat berada di rumah tanpa pengawasan orang tua.
Korban diketahui tinggal bersama kakaknya, sementara kedua orang tuanya bekerja di luar negeri. Situasi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
“Pelaku mengetahui situasi rumah korban, sehingga memanfaatkan kondisi saat korban sendirian,” ujarnya, Selasa (07/04/2026).
Dari hasil penyelidikan, tindakan tersebut tidak terjadi sekali. Polisi mencatat dugaan perbuatan dilakukan berulang sejak beberapa tahun lalu, saat korban masih duduk di bangku sekolah dasar. Modus yang digunakan pelaku antara lain dengan memberikan uang serta disertai ancaman agar korban tidak menceritakan kejadian yang dialami.
Kasus ini mulai terungkap setelah korban sempat menyampaikan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Pihak keluarga kemudian berupaya mengingatkan pelaku melalui keluarganya. Namun, dugaan tindakan serupa masih kembali terjadi.
Kecurigaan semakin menguat ketika kakak korban mendapati kondisi yang tidak wajar di rumah. Dari situ, keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga menetapkan pelaku sebagai tersangka. Proses hukum saat ini telah memasuki tahap lanjutan.
“Tersangka sudah kami amankan dan berkas perkara telah dinyatakan lengkap,” kata Andi.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan ketentuan pidana dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman penjara hingga 9 tahun.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa lingkungan terdekat sekalipun tidak selalu aman, terutama bagi anak-anak yang berada dalam kondisi minim pengawasan. Peran keluarga dan lingkungan sekitar menjadi penting dalam mendeteksi serta mencegah terjadinya peristiwa serupa.
(gun)







