Jakarta – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian kembali menegaskan pentingnya langkah efisiensi di lingkungan pemerintah daerah di tengah tekanan ekonomi global yang kian dinamis.
Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Tito menyebut penghematan anggaran perlu dilakukan secara selektif, terutama dengan memangkas kegiatan yang dinilai tidak berdampak langsung pada masyarakat.
Salah satu pos yang menjadi perhatian adalah perjalanan dinas. Ia menilai, selama ini masih terdapat aktivitas perjalanan yang bisa dikurangi tanpa mengganggu kinerja pemerintahan. Anggaran dari kegiatan tersebut diharapkan dapat dialihkan untuk program yang lebih menyentuh kebutuhan publik.
Menurutnya, arahan efisiensi sebenarnya bukan hal baru. Sejak beberapa tahun terakhir, Kementerian Dalam Negeri telah mendorong pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam mengelola belanja, khususnya di tengah situasi fiskal yang menuntut kehati-hatian.
Pemerintah pusat saat ini juga tengah menghadapi berbagai tantangan, termasuk fluktuasi harga energi global yang berdampak pada beban anggaran negara. Kondisi tersebut mendorong perlunya langkah adaptif, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Sebagai bagian dari strategi penghematan, pemerintah turut mempertimbangkan kebijakan kerja fleksibel, termasuk penerapan kerja dari rumah secara terbatas. Langkah ini diharapkan dapat menekan konsumsi bahan bakar serta biaya operasional lainnya.
Tito juga menyinggung praktik efisiensi yang pernah dilakukan saat masa pandemi, seperti penghematan penggunaan listrik dan optimalisasi fasilitas kantor. Menurutnya, kebiasaan tersebut masih relevan untuk diterapkan dalam kondisi saat ini.
Ia menekankan bahwa efisiensi bukan sekadar pemangkasan anggaran, tetapi juga upaya mengarahkan belanja agar lebih produktif dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap kinerja pelayanan publik tetap berjalan optimal meski di tengah keterbatasan anggaran dan tekanan ekonomi global.
(Yon).







