Blitar – Pemerintah Kota Blitar bergerak cepat mengisi kekosongan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) dengan menunjuk pejabat sementara. Langkah ini dilakukan agar roda pemerintahan tidak tersendat di tengah dinamika rotasi jabatan.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menegaskan posisi Sekda merupakan kunci koordinasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga tidak boleh dibiarkan kosong terlalu lama.
“Kalau posisi ini kosong, koordinasi bisa terganggu. Maka harus segera diisi,” ujarnya.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, Pemkot menunjuk Tri Iman Prasetyo sebagai Penjabat (Pj) Sekda. Penunjukan ini bersifat sementara sambil menunggu proses pengisian definitif melalui mekanisme seleksi terbuka.
Tri Iman dipilih bukan tanpa alasan. Ia dinilai memiliki pengalaman birokrasi yang cukup matang, serta kemampuan komunikasi yang dibutuhkan untuk mengoordinasikan berbagai OPD di lingkungan pemerintah kota.
Sebelumnya, jabatan Sekda diisi oleh Priyo Suhartono yang kini bergeser ke posisi staf ahli. Pergeseran ini merupakan bagian dari penataan organisasi yang dilakukan pemerintah daerah.
Pemkot memastikan, masa jabatan Pj Sekda hanya bersifat sementara, dengan estimasi sekitar tiga bulan. Dalam waktu tersebut, proses seleksi terbuka untuk posisi Sekda definitif akan segera dimulai.
“Proses seleksi akan kita jalankan sesuai aturan. Harapannya dalam waktu dekat sudah ada Sekda definitif,” kata wali kota.
Langkah cepat ini diambil untuk menjaga stabilitas kinerja birokrasi, terutama dalam memastikan pelayanan publik tetap berjalan tanpa gangguan. Sekda memiliki peran penting sebagai penghubung antar perangkat daerah, sekaligus motor penggerak administrasi pemerintahan.
Dengan posisi yang kembali terisi, Pemkot Blitar berharap koordinasi internal semakin solid, sehingga program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal tanpa hambatan.
(gun)







