Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Mulai Dibangun Oktober 2026, Pemkab Kejar Syarat Lahan dan Akses

- Pewarta

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pembangunan Sekolah Rakyat yang dipersiapkan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Ilustrasi pembangunan Sekolah Rakyat yang dipersiapkan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

TULUNGAGUNG, lumineerdalilu.com – Pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kabupaten Tulungagung ditargetkan mulai berjalan pada Oktober 2026. Namun sebelum proyek dimulai, pemerintah daerah masih harus menuntaskan sejumlah syarat teknis dan administrasi yang menjadi prasyarat dari pemerintah pusat.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Di Tulungagung, lokasi pembangunan telah ditetapkan di sekitar Rusunawa Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru.

Kepala Dinas Sosial Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septi Wulan, mengatakan lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 5,7 hektare.

Meski lokasi sudah dipastikan, lahan tersebut masih berupa area persawahan sehingga memerlukan penyesuaian sebelum dapat dibangun.

“Lokasinya sudah tetap di dekat Rusunawa Ringinpitu. Namun masih ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi,” ujarnya, Sabtu (10/5/2026).

Menurut Reni, pihaknya telah menerima balasan dari Kementerian Sosial yang pada prinsipnya menyetujui rencana pembangunan tersebut.

Namun persetujuan itu disertai sejumlah catatan teknis yang harus lebih dulu dipenuhi pemerintah daerah.

Beberapa syarat yang masih harus diselesaikan meliputi perizinan, pengurukan lahan, hingga pembangunan akses jembatan menuju lokasi.

Kondisi lahan yang masih berupa sawah membuat tahap awal proyek tidak bisa langsung masuk konstruksi utama.

“Masih perlu pengurukan lahan dan pembangunan akses jembatan. Itu menjadi bagian yang harus kami siapkan terlebih dahulu,” katanya.

Pekerjaan pengurukan dan pembangunan jembatan nantinya akan ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung.

Sementara pembangunan gedung sekolah sepenuhnya akan dibiayai pemerintah pusat melalui APBN.

Dengan skema tersebut, pemerintah daerah hanya bertugas menyiapkan lahan dalam kondisi siap bangun.

Model pembagian tugas ini membuat kesiapan daerah menjadi faktor penentu cepat atau lambatnya realisasi proyek.

Ketika lahan belum sepenuhnya siap, pembangunan fisik otomatis belum dapat dimulai meski dukungan pusat sudah diberikan.

Situasi ini menunjukkan pembangunan fasilitas pendidikan skala besar tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga kesiapan teknis di level daerah.

Pemilihan lahan sawah untuk proyek strategis semacam ini juga menghadirkan pekerjaan tambahan, mulai perubahan fungsi lahan hingga pembangunan infrastruktur dasar penunjang.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai target, pembangunan fisik Sekolah Rakyat Tulungagung diperkirakan mulai pada Oktober 2026.

“Paling cepat pembangunan fisik bisa dimulai Oktober,” ujar Reni.

Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan akses pendidikan bagi keluarga miskin di Tulungagung.

Namun, percepatan proyek akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah daerah menyelesaikan pekerjaan awal yang saat ini masih berproses.

Dengan target waktu yang relatif dekat, penyelesaian administrasi, kesiapan lahan, dan akses menuju lokasi menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera dituntaskan. (gun)

Berita Terkait

KADIN Tulungagung Gaspol Dorong UMKM Naik Kelas, Bidik Ekspor ke Malaysia, Singapura, dan Korea
Bakesbangpol Perkuat Sinergi Tiga Pilar, Antisipasi Hoaks hingga Potensi Konflik Sosial di Tulungagung
MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya
Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas
Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan
DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas
DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG
Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:48 WIB

KADIN Tulungagung Gaspol Dorong UMKM Naik Kelas, Bidik Ekspor ke Malaysia, Singapura, dan Korea

Senin, 27 Juli 2026 - 17:08 WIB

Bakesbangpol Perkuat Sinergi Tiga Pilar, Antisipasi Hoaks hingga Potensi Konflik Sosial di Tulungagung

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:49 WIB

MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:38 WIB

DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:18 WIB

DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:53 WIB

Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Berita Terbaru