Jakarta, lumineerdaily.com – Petarung asal Jepang, Takeru Segawa, menutup perjalanan karier profesionalnya dengan hasil impresif usai menaklukkan rival lamanya, Rodtang Jitmuangnon, dalam ajang ONE Samurai 1 pada 29 April 2026.
Laga yang berlangsung sengit itu menjadi salah satu duel paling menyita perhatian pecinta kickboxing karena mempertemukan dua nama besar yang sebelumnya sudah memiliki sejarah panas.
Takeru sukses membalas kekalahan sebelumnya setelah menjatuhkan Rodtang lewat knockout pada ronde kelima.
Hasil tersebut sekaligus mengantarkan petarung berusia 34 tahun itu meraih sabuk juara interim kelas terbang ONE Kickboxing.
Pertemuan kedua antara Takeru dan Rodtang memang sarat gengsi.
Pada duel pertama di ONE 172 yang berlangsung Maret 2025, Takeru harus menerima kekalahan cepat setelah dihentikan Rodtang hanya dalam waktu 1 menit 20 detik di ronde pertama.
Kekalahan itu menjadi catatan pahit yang terus membayangi hingga akhirnya kesempatan revans datang di ONE Samurai 1.
Sejak ronde awal, Takeru tampil jauh lebih agresif.
Ia aktif menekan dengan kombinasi pukulan dan tendangan kaki yang konsisten diarahkan untuk mengganggu pergerakan Rodtang.
Strategi tersebut mulai terlihat efektif sejak ronde kedua.
Rodtang Sempat Tertekan
Momentum penting terjadi ketika Takeru mampu menjatuhkan Rodtang dua kali di ronde kedua.
Petarung Thailand yang dikenal dengan julukan “Iron Man” tampak beberapa kali kesulitan menghadapi tekanan tanpa henti dari lawannya.
Meski demikian, Rodtang tetap menunjukkan karakter bertarungnya yang keras.
Memasuki ronde ketiga dan keempat, ia sempat bangkit dan mencoba mengambil alih ritme pertandingan melalui pertukaran pukulan jarak dekat.
Pertarungan berjalan terbuka dengan intensitas tinggi.
Kedua petarung lebih banyak memilih bertukar serangan langsung dibanding bermain aman dengan banyak menghindar.
Atmosfer duel pun terasa seperti pertarungan penuh adrenalin yang menghibur penonton sepanjang laga.

KO di Ronde Penentu
Saat memasuki ronde kelima, stamina mulai menjadi faktor pembeda.
Takeru terlihat masih mampu menjaga tekanan, sementara intensitas pukulan Rodtang mulai menurun.
Di momen krusial, Takeru kembali menjatuhkan Rodtang untuk ketiga kalinya.
Tak berhenti di situ, ia langsung melanjutkan tekanan lewat rangkaian pukulan yang membuat wasit menghentikan laga di detik-detik akhir ronde.
Kemenangan knockout itu menjadi penutup sempurna bagi karier Takeru.
Ia tidak hanya membalas kekalahan dari rival beratnya, tetapi juga mengakhiri perjalanan profesional dengan membawa gelar.
Akhir Karier yang Sulit Dilupakan
Kemenangan atas Rodtang memberi nilai simbolis besar bagi Takeru.
Selain menegaskan kualitasnya sebagai salah satu striker elite Asia, hasil ini juga memperlihatkan ketahanan mental dan tekad kuat yang dibawanya hingga akhir karier.
Bagi Rodtang, hasil ini menjadi kekalahan yang cukup mengejutkan mengingat reputasinya selama ini sebagai salah satu petarung paling tangguh di divisi striking.
Duel keduanya diprediksi akan tetap dikenang sebagai salah satu pertarungan paling brutal dan dramatis dalam sejarah ONE Championship beberapa tahun terakhir.
(Yon/dra)













