Kasus HIV/AIDS di Tulungagung Tembus 4.350, Usia Produktif Paling Rentan

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung, Lumineerdaily.com – Temuan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Data Dinas Kesehatan setempat mencatat, hingga 2025 jumlah kumulatif orang dengan HIV/AIDS (ODHA) telah mencapai 4.350 kasus, mayoritas berasal dari kelompok usia produktif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, menyatakan bahwa total tersebut merupakan akumulasi temuan sejak 2006. Sepanjang Januari–September 2025 saja, tercatat 359 kasus baru, tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya yang mencapai 395 kasus.

“Rata-rata penemuan kasus setiap tahun berada di kisaran 350–400. Artinya, laju temuan kasus masih stabil dan belum menunjukkan penurunan signifikan,” ujar Desi, Senin, 1 Desember 2025.

Usia Produktif Mendominasi, Remaja Ikut Terdampak, rentang usia 25–49 tahun tercatat sebagai kelompok dengan jumlah infeksi tertinggi. Namun, tren lain yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya kasus pada kalangan remaja. Hingga 2025, setidaknya 524 remaja telah teridentifikasi mengidap HIV.

“Ini alarm serius. Karena itu kami memperkuat edukasi, memperluas skrining, dan meningkatkan pendampingan bagi kelompok-kelompok rentan,” tutur Desi.

Tingkat temuan kasus HIV di Tulungagung sempat melonjak pada 2018 dengan 390 kasus. Angka itu kemudian menurun pada 2020–2022 sebelum kembali merangkak pada 2024. Adapun sepanjang 2025 hingga September, jumlahnya sudah mencapai 359 kasus.

Meski demikian, positivity rate atau proporsi hasil tes yang positif menunjukkan tren membaik. Dari 3,10 persen pada 2018, kini turun menjadi 1,01 persen. Penurunan itu dipengaruhi oleh jumlah tes yang meningkat dan cakupan skrining yang lebih luas.

“Kesadaran masyarakat untuk melakukan tes semakin baik,” kata Desi.

Dari ribuan kasus yang ditemukan, 3.954 ODHA telah memulai terapi antiretroviral (ARV). Namun, terdapat masalah serius: masih ada 230 pasien yang tidak melanjutkan kontrol dan 1.113 pasien berhenti pengobatan selama lebih dari dua tahun.

Menurut Dinkes, sejumlah faktor menjadi penyebab: mobilitas kerja yang tinggi, minimnya dukungan keluarga, hingga rasa takut menghadapi stigma sosial.

“Ketika pasien berhenti terapi, perkembangan virus menjadi sangat cepat dan risiko penularannya ikut meningkat,” jelas Desi.

Kasus HIV yang terus bertambah mendorong Dinkes Tulungagung untuk memperluas kolaborasi. Layanan kesehatan yang ramah dan bebas diskriminasi disebut sebagai kunci untuk menarik lebih banyak warga melakukan tes dan terapi.

“Penanganan HIV tidak bisa hanya mengandalkan satu sektor. Perlu keterlibatan pendidikan, komunitas, dan lingkungan kerja agar penularan bisa ditekan,” ujarnya.

(GN).

Berita Terkait

SMPN 2 Tulungagung Raih Juara Madya 2 LKBB KOBAR API S’7 Tingkat Jawa Timur
Lampu Mati Bertahun-tahun, Pasar Ngemplak Tulungagung Penyumbang PAD Dibiarkan Gelap dan Rusak
Kumuh dan Tak Tertata, DPRD Nilai Pasar Ngemplak Luput dari Keseriusan Pemerintah
Iuran Komite SMA Negeri Gondang Jadi Sorotan, Bandingkan dengan Praktik di SMA Kauman
Anggaran Mobil Dinas Miliaran Rupiah di Tulungagung Jadi Sorotan
Polsek Karangrejo Ungkap Kasus Pencurian dengan Kekerasan, Pelaku Diamankan Bersama Barang Bukti
Adik Bupati Tulungagung Duduki Jabatan Strategis RSUD
Tulungagung Galang Donasi Rp151 Juta, Kirim 10 Ton Beras untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:33 WIB

SMPN 2 Tulungagung Raih Juara Madya 2 LKBB KOBAR API S’7 Tingkat Jawa Timur

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:49 WIB

Lampu Mati Bertahun-tahun, Pasar Ngemplak Tulungagung Penyumbang PAD Dibiarkan Gelap dan Rusak

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:10 WIB

Kumuh dan Tak Tertata, DPRD Nilai Pasar Ngemplak Luput dari Keseriusan Pemerintah

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:29 WIB

Anggaran Mobil Dinas Miliaran Rupiah di Tulungagung Jadi Sorotan

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:01 WIB

Polsek Karangrejo Ungkap Kasus Pencurian dengan Kekerasan, Pelaku Diamankan Bersama Barang Bukti

Senin, 5 Januari 2026 - 02:45 WIB

Adik Bupati Tulungagung Duduki Jabatan Strategis RSUD

Senin, 5 Januari 2026 - 02:21 WIB

Tulungagung Galang Donasi Rp151 Juta, Kirim 10 Ton Beras untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Senin, 5 Januari 2026 - 02:02 WIB

Tulungagung Catat Peningkatan Luas Panen Padi, Produksi Beras Surplus 50 Persen

Berita Terbaru