Iuran Komite SMA Negeri Gondang Jadi Sorotan, Bandingkan dengan Praktik di SMA Kauman

- Pewarta

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung – Penarikan iuran komite di SMA Negeri Gondang kembali menarik perhatian orang tua siswa. Beberapa wali murid mempertanyakan kewajiban membayar iuran bulanan, yang menurut mereka perlu dijelaskan lebih terbuka agar tidak menimbulkan salah paham.

Isu ini mencuat setelah seorang wali murid menulis keluhan melalui media sosial, menyebut adanya iuran rutin sebesar Rp120 ribu per bulan. Ia juga menyinggung pengalaman sebelumnya saat kasus serupa muncul di SMA Negeri Kauman, yang kala itu menimbulkan respons berbeda-beda dari pihak sekolah dan orang tua.

Keluhan ini memunculkan pertanyaan terkait mekanisme penarikan iuran, pihak yang mengelola dana, serta sistem pencatatan dan pertanggungjawaban yang diterapkan di SMA Negeri Gondang.

Pengelola akun media sosial yang memuat keluhan menyatakan siap membuka ruang klarifikasi untuk menelusuri informasi lebih lanjut.

Sejumlah orang tua membandingkan praktik di sekolah lain. Ada yang menyebut sekolah tidak memberlakukan iuran bulanan, sementara yang lain pernah memberikan sumbangan melalui mekanisme komite sekolah, termasuk di SMA Negeri Kauman.

Perbandingan ini membuat perhatian terfokus pada cara pengelolaan komite, agar jelas dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu sekolah dan wali murid mencapai kesepahaman terkait pengelolaan iuran.

Selain itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur diharapkan dapat memberikan arahan dan pembinaan agar pengelolaan dana komite berjalan tertib, akuntabel, dan tidak memberatkan siswa maupun orang tua.

(gun)

Berita Terkait

Khofifah Resmikan Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan Anggaran Rp46,9 Miliar
Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Kotoran Tikus
Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Catat 11 Kasus Positif Sejak Awal Tahun
Jalan Doroampel Rusak Lagi Padahal Baru Sebulan Selesai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
Mayoritas SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar IPAL, Warga Berpotensi Terdampak Limbah
Hadiri HUT PPNI ke-52, Plt Bupati Tulungagung Sampaikan Dukungan untuk Perawat
Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Mulai Dibangun Oktober 2026, Pemkab Kejar Syarat Lahan dan Akses
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB

Khofifah Resmikan Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan Anggaran Rp46,9 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:20 WIB

Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Kotoran Tikus

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:33 WIB

Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Catat 11 Kasus Positif Sejak Awal Tahun

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:09 WIB

Jalan Doroampel Rusak Lagi Padahal Baru Sebulan Selesai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:11 WIB

Mayoritas SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar IPAL, Warga Berpotensi Terdampak Limbah

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:53 WIB

Hadiri HUT PPNI ke-52, Plt Bupati Tulungagung Sampaikan Dukungan untuk Perawat

Senin, 11 Mei 2026 - 02:14 WIB

Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah

Senin, 11 Mei 2026 - 00:11 WIB

Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Mulai Dibangun Oktober 2026, Pemkab Kejar Syarat Lahan dan Akses

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB