Lampu Mati Bertahun-tahun, Pasar Ngemplak Tulungagung Penyumbang PAD Dibiarkan Gelap dan Rusak

- Pewarta

Minggu, 1 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung – Pasar Ngemplak, pasar terbesar di Kabupaten Tulungagung sekaligus salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga kini masih menghadapi persoalan infrastruktur dasar yang belum tertangani. Sejumlah fasilitas penting, terutama lampu penerangan, dilaporkan tidak berfungsi sejak bertahun-tahun lalu.

Lebih dari 20 titik lampu di kawasan pasar dilaporkan mati. Enam di antaranya berada di area depan kios dan disebut tidak pernah menyala sejak pasar direvitalisasi beberapa tahun lalu. Kondisi ini membuat aktivitas jual beli, khususnya pada pagi dan malam hari, berlangsung dalam keterbatasan penerangan.

Giono, pedagang pakan ternak di Pasar Ngemplak, mengatakan lampu di depan kiosnya sudah lama tidak berfungsi. “Sejak selesai renovasi, lampu itu tidak pernah hidup. Kalau pagi masih gelap, tapi kami tetap harus buka,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Agus, pedagang asal Kelurahan Botoran. Ia mengaku terpaksa memasang lampu pribadi di kiosnya agar tetap bisa melayani pembeli. “Lampu pasar sudah lama mati. Tidak ada perhatian,” katanya.

Selain persoalan penerangan, pedagang juga menyoroti kondisi fisik pasar yang dinilai semakin memprihatinkan. Talang air bocor, saluran drainase rusak, serta jalan pasar berlubang disebut sudah terjadi bertahun-tahun tanpa perbaikan menyeluruh.

Saat hujan turun, air kerap menetes langsung ke lapak pedagang dan mengganggu aktivitas jual beli. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya merugikan pedagang, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.

Wawan, pedagang tahu, menyebut keluhan soal fasilitas pasar sudah lama disampaikan. “Kalau hujan, air masuk ke lapak. Lampu juga mati. Kondisi ini sudah bertahun-tahun,” ujarnya.

Di sisi lain, persoalan lampu penerangan Pasar Ngemplak disebut masih terkendala administrasi antarinstansi. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Panji P., menjelaskan bahwa enam tiang lampu di kawasan pasar merupakan bagian dari paket pembangunan saat revitalisasi pasar.

Namun hingga kini, aset tersebut belum diserahkan secara resmi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kepada Dinas Perhubungan. “Tiang lampu itu masuk jaringan PJU, tetapi belum ada serah terima aset,” kata Panji.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindag Kabupaten Tulungagung, M. Khabib, membenarkan adanya lampu penerangan yang tidak berfungsi. Ia mengatakan pengecekan telah dilakukan bersama Dinas Perhubungan pada 19 Januari 2026.

Menurut Khabib, perbaikan lampu penerangan serta penggantian talang bocor baru direncanakan melalui anggaran tahun 2026. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan dan inventarisasi kerusakan sebelum mengajukan nota dinas perbaikan.

Kondisi tersebut memperlihatkan ketimpangan antara kontribusi Pasar Ngemplak terhadap PAD daerah dengan perhatian terhadap fasilitas dasarnya. Retribusi pasar terus dipungut, sementara pedagang harus beradaptasi dengan kondisi gelap dan infrastruktur yang rusak.

Hingga kini belum ada kepastian waktu perbaikan. Para pedagang berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar Pasar Ngemplak dapat berfungsi layak sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat di Tulungagung.

(gun)

Berita Terkait

Khofifah Resmikan Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan Anggaran Rp46,9 Miliar
Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Kotoran Tikus
Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Catat 11 Kasus Positif Sejak Awal Tahun
Jalan Doroampel Rusak Lagi Padahal Baru Sebulan Selesai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
Mayoritas SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar IPAL, Warga Berpotensi Terdampak Limbah
Hadiri HUT PPNI ke-52, Plt Bupati Tulungagung Sampaikan Dukungan untuk Perawat
Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Mulai Dibangun Oktober 2026, Pemkab Kejar Syarat Lahan dan Akses
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB

Khofifah Resmikan Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan Anggaran Rp46,9 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:20 WIB

Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Kotoran Tikus

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:33 WIB

Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Catat 11 Kasus Positif Sejak Awal Tahun

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:09 WIB

Jalan Doroampel Rusak Lagi Padahal Baru Sebulan Selesai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:11 WIB

Mayoritas SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar IPAL, Warga Berpotensi Terdampak Limbah

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:53 WIB

Hadiri HUT PPNI ke-52, Plt Bupati Tulungagung Sampaikan Dukungan untuk Perawat

Senin, 11 Mei 2026 - 02:14 WIB

Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah

Senin, 11 Mei 2026 - 00:11 WIB

Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Mulai Dibangun Oktober 2026, Pemkab Kejar Syarat Lahan dan Akses

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB