Alun-Alun Tulungagung Memprihatinkan Pasca Bazar Djadoel: Sampah Berserakan dan Bau Menyengat Jadi Sorotan Warga

- Pewarta

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG, Lumineerdaily.com – Warga Tulungagung kembali menyoroti kondisi Alun-Alun kota yang memprihatinkan setelah digelarnya Bazar Djadoel akhir pekan lalu. Puluhan kantong sampah, sisa makanan, kardus, dan limbah pedagang masih berserakan, mengotori pusat kota dan menimbulkan bau tidak sedap yang menyengat.

Sejumlah titik di alun-alun bahkan berubah menjadi sarang lalat, membuat pengunjung enggan berlama-lama. “Ini bukan sekadar kotor. Jalan setapak, taman, dan area duduk bau menyengat. Rasanya bukan alun-alun kota, tapi TPS dadakan,” keluh salah seorang warga melalui media sosial.

Kritik warga tidak hanya menyasar kebersihan, tetapi juga pengawasan dan respons lambat pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung. Banyak yang mempertanyakan mengapa kondisi kumuh itu dibiarkan berjam-jam, bahkan berhari-hari, setelah acara usai.

Menanggapi sorotan warga, DLH Tulungagung melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Yudha Yanuar Hadi, mengakui adanya keterlambatan dalam penanganan. Pihaknya menyebut kendala teknis dan proses pembongkaran stan yang tidak serentak menjadi faktor utama.

“Kami akui kondisi alun-alun memang sempat kotor. Pembongkaran stan ada yang baru selesai pagi, dan malam hari tim kami kesulitan masuk karena alun-alun masih ramai,” jelas Yudha.

Ia menambahkan, sebagian sampah berupa sisa makanan dan minuman dibuang ke saluran air, bukan di tempat sampah yang telah disediakan, sehingga menimbulkan bau dan lalat. Menurutnya, hal ini menunjukkan kurangnya disiplin sebagian pedagang.

Meskipun DLH mengklaim telah menyiapkan tim kebersihan rutin dan melakukan sosialisasi kepada penyelenggara, warga menilai langkah tersebut masih jauh dari cukup. Banyak yang menyoroti lemahnya koordinasi, baik antara DLH, penyelenggara acara, maupun pedagang, sehingga ruang publik menjadi korban.

Pengamat tata kota menekankan bahwa alun-alun sebagai ruang publik seharusnya menjadi contoh kebersihan dan kenyamanan. “Acara besar tanpa manajemen sampah yang matang akan selalu meninggalkan dampak buruk bagi warga. Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi soal tata kelola ruang publik yang profesional,” kata salah seorang pengamat.

DLH sendiri berjanji akan melakukan pembersihan menyeluruh dan menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi untuk event mendatang. Namun, warga menegaskan bahwa janji saja tidak cukup. Mereka menuntut adanya sistem pengelolaan sampah yang ketat, pengawasan tegas terhadap pedagang, serta prosedur yang jelas agar alun-alun tidak berubah menjadi kawasan kumuh setiap kali ada event besar.

(GN).

Berita Terkait

Khofifah Resmikan Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan Anggaran Rp46,9 Miliar
Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Kotoran Tikus
Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Catat 11 Kasus Positif Sejak Awal Tahun
Jalan Doroampel Rusak Lagi Padahal Baru Sebulan Selesai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
Mayoritas SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar IPAL, Warga Berpotensi Terdampak Limbah
Hadiri HUT PPNI ke-52, Plt Bupati Tulungagung Sampaikan Dukungan untuk Perawat
Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Mulai Dibangun Oktober 2026, Pemkab Kejar Syarat Lahan dan Akses
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB

Khofifah Resmikan Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan Anggaran Rp46,9 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:20 WIB

Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Kotoran Tikus

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:33 WIB

Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Catat 11 Kasus Positif Sejak Awal Tahun

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:09 WIB

Jalan Doroampel Rusak Lagi Padahal Baru Sebulan Selesai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:11 WIB

Mayoritas SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar IPAL, Warga Berpotensi Terdampak Limbah

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:53 WIB

Hadiri HUT PPNI ke-52, Plt Bupati Tulungagung Sampaikan Dukungan untuk Perawat

Senin, 11 Mei 2026 - 02:14 WIB

Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah

Senin, 11 Mei 2026 - 00:11 WIB

Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Mulai Dibangun Oktober 2026, Pemkab Kejar Syarat Lahan dan Akses

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB