Alun-Alun Tulungagung Memprihatinkan Pasca Bazar Djadoel: Sampah Berserakan dan Bau Menyengat Jadi Sorotan Warga

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG, Lumineerdaily.com – Warga Tulungagung kembali menyoroti kondisi Alun-Alun kota yang memprihatinkan setelah digelarnya Bazar Djadoel akhir pekan lalu. Puluhan kantong sampah, sisa makanan, kardus, dan limbah pedagang masih berserakan, mengotori pusat kota dan menimbulkan bau tidak sedap yang menyengat.

Sejumlah titik di alun-alun bahkan berubah menjadi sarang lalat, membuat pengunjung enggan berlama-lama. “Ini bukan sekadar kotor. Jalan setapak, taman, dan area duduk bau menyengat. Rasanya bukan alun-alun kota, tapi TPS dadakan,” keluh salah seorang warga melalui media sosial.

Kritik warga tidak hanya menyasar kebersihan, tetapi juga pengawasan dan respons lambat pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung. Banyak yang mempertanyakan mengapa kondisi kumuh itu dibiarkan berjam-jam, bahkan berhari-hari, setelah acara usai.

Menanggapi sorotan warga, DLH Tulungagung melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Yudha Yanuar Hadi, mengakui adanya keterlambatan dalam penanganan. Pihaknya menyebut kendala teknis dan proses pembongkaran stan yang tidak serentak menjadi faktor utama.

“Kami akui kondisi alun-alun memang sempat kotor. Pembongkaran stan ada yang baru selesai pagi, dan malam hari tim kami kesulitan masuk karena alun-alun masih ramai,” jelas Yudha.

Ia menambahkan, sebagian sampah berupa sisa makanan dan minuman dibuang ke saluran air, bukan di tempat sampah yang telah disediakan, sehingga menimbulkan bau dan lalat. Menurutnya, hal ini menunjukkan kurangnya disiplin sebagian pedagang.

Meskipun DLH mengklaim telah menyiapkan tim kebersihan rutin dan melakukan sosialisasi kepada penyelenggara, warga menilai langkah tersebut masih jauh dari cukup. Banyak yang menyoroti lemahnya koordinasi, baik antara DLH, penyelenggara acara, maupun pedagang, sehingga ruang publik menjadi korban.

Pengamat tata kota menekankan bahwa alun-alun sebagai ruang publik seharusnya menjadi contoh kebersihan dan kenyamanan. “Acara besar tanpa manajemen sampah yang matang akan selalu meninggalkan dampak buruk bagi warga. Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi soal tata kelola ruang publik yang profesional,” kata salah seorang pengamat.

DLH sendiri berjanji akan melakukan pembersihan menyeluruh dan menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi untuk event mendatang. Namun, warga menegaskan bahwa janji saja tidak cukup. Mereka menuntut adanya sistem pengelolaan sampah yang ketat, pengawasan tegas terhadap pedagang, serta prosedur yang jelas agar alun-alun tidak berubah menjadi kawasan kumuh setiap kali ada event besar.

(GN).

Berita Terkait

Kasus Suspek Campak Meningkat, Dinkes Tulungagung Lakukan Imunisasi Respons di Wilayah Terdampak
Bulog Salurkan Bantuan Pangan 2026 di Tulungagung, 142.579 Penerima Dapat 20 Kg Beras
Tulungagung Siap Jadi Panggung MTQ Jatim 2027, Anggaran Belasan Miliar Disiapkan
Operasi Senyap Jelang Kupatan, Polisi Sita Belasan Balon Udara Liar di Tulungagung
Usulan CASN 2026 Tulungagung Dikebut, Tenaga Kesehatan Diproyeksi Dominan
Evaluasi Ketat Program MBG di Tulungagung: 8 SPPG Dihentikan Sementara dari 116 Dapur, Standar Keamanan Jadi Sorotan
BRIDA Tulungagung Buka Layanan HAK Kekayaan Intelektual Gratis, Lindungi Karya Warga dari Klaim Pihak Lain
Kasus Campak Muncul di Tulungagung, Dinkes Pastikan Belum KLB: 44 Suspek Terdata

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 19:58 WIB

Kasus Suspek Campak Meningkat, Dinkes Tulungagung Lakukan Imunisasi Respons di Wilayah Terdampak

Senin, 30 Maret 2026 - 08:15 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan 2026 di Tulungagung, 142.579 Penerima Dapat 20 Kg Beras

Senin, 30 Maret 2026 - 08:01 WIB

Tulungagung Siap Jadi Panggung MTQ Jatim 2027, Anggaran Belasan Miliar Disiapkan

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:29 WIB

Operasi Senyap Jelang Kupatan, Polisi Sita Belasan Balon Udara Liar di Tulungagung

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:21 WIB

Usulan CASN 2026 Tulungagung Dikebut, Tenaga Kesehatan Diproyeksi Dominan

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:14 WIB

Evaluasi Ketat Program MBG di Tulungagung: 8 SPPG Dihentikan Sementara dari 116 Dapur, Standar Keamanan Jadi Sorotan

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:58 WIB

BRIDA Tulungagung Buka Layanan HAK Kekayaan Intelektual Gratis, Lindungi Karya Warga dari Klaim Pihak Lain

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:48 WIB

Kasus Campak Muncul di Tulungagung, Dinkes Pastikan Belum KLB: 44 Suspek Terdata

Berita Terbaru