Program “Sangu Sampah” Diluncurkan, Trenggalek Ajak Pelajar Menabung dari Sampah Terpilah

- Pewarta

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek, lumineerdaily.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai mengintegrasikan isu lingkungan dengan pendidikan dan ekonomi keluarga melalui peluncuran program “Sangu Sampah”. Program ini diperkenalkan langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat sosialisasi Peraturan Daerah tentang RPJMD 2025–2029 di Balai Desa Malasan, Kecamatan Durenan, Kamis (18/12/2025).

Melalui program tersebut, pelajar dari berbagai jenjang pendidikan diajak mengumpulkan sampah terpilah secara rutin. Sampah yang dikumpulkan tidak hanya dicatat, tetapi juga dikonversi menjadi nilai ekonomi yang dapat diterima siswa dalam bentuk uang saku setelah periode tertentu.

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin menegaskan bahwa “Sangu Sampah” tidak sekadar program pengelolaan limbah, melainkan investasi jangka panjang dalam pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, kebiasaan memilah sampah sejak usia sekolah akan membangun kesadaran bahwa pengelolaan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan aktivitas yang dipandang sebelah mata.

“Selama ini sampah selalu dianggap masalah. Padahal, ketika dipilah dengan benar, ia memiliki nilai dan manfaat ekonomi. Dari situlah anak-anak belajar menghargai lingkungan,” ujarnya.

Mas Ipin menjelaskan, program ini juga menjadi bagian dari strategi daerah dalam menurunkan emisi karbon. Berdasarkan kajian pemerintah daerah, sektor persampahan menyumbang porsi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca di Trenggalek.

Dengan keterbatasan anggaran dan teknologi, pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat dinilai sebagai langkah paling rasional dan berdampak langsung.

“Target Net Zero Carbon tidak selalu harus dimulai dari teknologi mahal. Yang paling dekat dan bisa dikendalikan pemerintah daerah adalah sampah,” kata dia.

Secara teknis, “Sangu Sampah” dirancang menggunakan sistem aplikasi digital yang terintegrasi dengan mekanisme inklusi keuangan. Skema penerapannya disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan peserta.

Untuk pelajar tingkat menengah dan mahasiswa, pengelolaan dilakukan secara mandiri melalui akun dan rekening masing-masing. Sementara bagi siswa sekolah dasar dan santri pondok pesantren, pengelolaan akun dapat difasilitasi oleh orang tua, guru, atau pengelola lembaga pendidikan.

Jenis sampah yang dapat ditabung meliputi berbagai kategori bernilai ekonomi, mulai dari plastik kemasan, sachet, kaca, logam, kain, barang elektronik, hingga minyak jelantah. Sampah tersebut kemudian disalurkan melalui jaringan TPS 3R, bank sampah, serta mitra pengolahan yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Tidak berhenti di lingkungan sekolah, Pemkab Trenggalek juga menyiapkan pengembangan program ke masyarakat luas. Fokus berikutnya adalah pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk dan media tanam untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

“Sekolah menjadi pintu masuk perubahan. Jika pola ini berhasil, maka akan lebih mudah diterapkan di tingkat rumah tangga dan masyarakat,” pungkas Mas Ipin.

(GN).

Berita Terkait

MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya
Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas
Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan
DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas
DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG
Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik
Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW
FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:38 WIB

DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:18 WIB

DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:53 WIB

Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46 WIB

Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26 WIB

FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:19 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung Dimulai Oktober 2026, Tampung 1000 Siswa Kurang Mampu

Berita Terbaru