Program “Sangu Sampah” Diluncurkan, Trenggalek Ajak Pelajar Menabung dari Sampah Terpilah

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 07:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek, lumineerdaily.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai mengintegrasikan isu lingkungan dengan pendidikan dan ekonomi keluarga melalui peluncuran program “Sangu Sampah”. Program ini diperkenalkan langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat sosialisasi Peraturan Daerah tentang RPJMD 2025–2029 di Balai Desa Malasan, Kecamatan Durenan, Kamis (18/12/2025).

Melalui program tersebut, pelajar dari berbagai jenjang pendidikan diajak mengumpulkan sampah terpilah secara rutin. Sampah yang dikumpulkan tidak hanya dicatat, tetapi juga dikonversi menjadi nilai ekonomi yang dapat diterima siswa dalam bentuk uang saku setelah periode tertentu.

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin menegaskan bahwa “Sangu Sampah” tidak sekadar program pengelolaan limbah, melainkan investasi jangka panjang dalam pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, kebiasaan memilah sampah sejak usia sekolah akan membangun kesadaran bahwa pengelolaan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan aktivitas yang dipandang sebelah mata.

“Selama ini sampah selalu dianggap masalah. Padahal, ketika dipilah dengan benar, ia memiliki nilai dan manfaat ekonomi. Dari situlah anak-anak belajar menghargai lingkungan,” ujarnya.

Mas Ipin menjelaskan, program ini juga menjadi bagian dari strategi daerah dalam menurunkan emisi karbon. Berdasarkan kajian pemerintah daerah, sektor persampahan menyumbang porsi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca di Trenggalek.

Dengan keterbatasan anggaran dan teknologi, pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat dinilai sebagai langkah paling rasional dan berdampak langsung.

“Target Net Zero Carbon tidak selalu harus dimulai dari teknologi mahal. Yang paling dekat dan bisa dikendalikan pemerintah daerah adalah sampah,” kata dia.

Secara teknis, “Sangu Sampah” dirancang menggunakan sistem aplikasi digital yang terintegrasi dengan mekanisme inklusi keuangan. Skema penerapannya disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan peserta.

Untuk pelajar tingkat menengah dan mahasiswa, pengelolaan dilakukan secara mandiri melalui akun dan rekening masing-masing. Sementara bagi siswa sekolah dasar dan santri pondok pesantren, pengelolaan akun dapat difasilitasi oleh orang tua, guru, atau pengelola lembaga pendidikan.

Jenis sampah yang dapat ditabung meliputi berbagai kategori bernilai ekonomi, mulai dari plastik kemasan, sachet, kaca, logam, kain, barang elektronik, hingga minyak jelantah. Sampah tersebut kemudian disalurkan melalui jaringan TPS 3R, bank sampah, serta mitra pengolahan yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Tidak berhenti di lingkungan sekolah, Pemkab Trenggalek juga menyiapkan pengembangan program ke masyarakat luas. Fokus berikutnya adalah pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk dan media tanam untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

“Sekolah menjadi pintu masuk perubahan. Jika pola ini berhasil, maka akan lebih mudah diterapkan di tingkat rumah tangga dan masyarakat,” pungkas Mas Ipin.

(GN).

Berita Terkait

Kasus Suspek Campak Meningkat, Dinkes Tulungagung Lakukan Imunisasi Respons di Wilayah Terdampak
Bulog Salurkan Bantuan Pangan 2026 di Tulungagung, 142.579 Penerima Dapat 20 Kg Beras
Tulungagung Siap Jadi Panggung MTQ Jatim 2027, Anggaran Belasan Miliar Disiapkan
Operasi Senyap Jelang Kupatan, Polisi Sita Belasan Balon Udara Liar di Tulungagung
Usulan CASN 2026 Tulungagung Dikebut, Tenaga Kesehatan Diproyeksi Dominan
Evaluasi Ketat Program MBG di Tulungagung: 8 SPPG Dihentikan Sementara dari 116 Dapur, Standar Keamanan Jadi Sorotan
BRIDA Tulungagung Buka Layanan HAK Kekayaan Intelektual Gratis, Lindungi Karya Warga dari Klaim Pihak Lain
Kasus Campak Muncul di Tulungagung, Dinkes Pastikan Belum KLB: 44 Suspek Terdata

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 19:58 WIB

Kasus Suspek Campak Meningkat, Dinkes Tulungagung Lakukan Imunisasi Respons di Wilayah Terdampak

Senin, 30 Maret 2026 - 08:15 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan 2026 di Tulungagung, 142.579 Penerima Dapat 20 Kg Beras

Senin, 30 Maret 2026 - 08:01 WIB

Tulungagung Siap Jadi Panggung MTQ Jatim 2027, Anggaran Belasan Miliar Disiapkan

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:29 WIB

Operasi Senyap Jelang Kupatan, Polisi Sita Belasan Balon Udara Liar di Tulungagung

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:21 WIB

Usulan CASN 2026 Tulungagung Dikebut, Tenaga Kesehatan Diproyeksi Dominan

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:14 WIB

Evaluasi Ketat Program MBG di Tulungagung: 8 SPPG Dihentikan Sementara dari 116 Dapur, Standar Keamanan Jadi Sorotan

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:58 WIB

BRIDA Tulungagung Buka Layanan HAK Kekayaan Intelektual Gratis, Lindungi Karya Warga dari Klaim Pihak Lain

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:48 WIB

Kasus Campak Muncul di Tulungagung, Dinkes Pastikan Belum KLB: 44 Suspek Terdata

Berita Terbaru