JAKARTA, Lumineerdaily.com – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa dapur umum milik Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP harus terbuka bagi seluruh masyarakat terdampak bencana di Sumatera, tanpa membedakan latar belakang politik maupun afiliasi apa pun.
Instruksi tersebut disampaikan Megawati saat membuka Seminar Mitigasi Bencana dan Pertolongan Korban yang diselenggarakan Baguna PDIP di Jakarta, Jumat. Ia menekankan bahwa begitu relawan Baguna diterjunkan ke lokasi bencana, pelayanan dapur umum harus segera dijalankan sebagai prioritas utama.
“Begitu Baguna turun ke lapangan, tidak ada alasan untuk menunda. Dapur umum harus langsung dibuka untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Megawati.
Presiden ke-5 Republik Indonesia itu juga mengingatkan pentingnya kepekaan relawan terhadap kondisi korban bencana, termasuk dalam penyediaan konsumsi. Menurutnya, situasi bencana yang kerap disertai hujan, banjir, dan udara dingin menuntut penyajian makanan yang layak dan menghangatkan tubuh.
“Dalam kondisi basah dan dingin seperti ini, makanan hangat menjadi kebutuhan penting. Itu bagian dari empati kita kepada para korban,” katanya.
Megawati menegaskan bahwa keberadaan dapur umum Baguna sepenuhnya merupakan aksi kemanusiaan, bukan sarana politik maupun kampanye partai. Ia menolak keras anggapan bahwa bantuan hanya ditujukan kepada kader atau simpatisan PDIP.
“Siapa pun yang terdampak bencana dan membutuhkan makan, silakan datang. Tidak ada urusan partai di sini. Ini murni kemanusiaan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Megawati yang juga menjabat Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut mendorong penguatan mitigasi bencana berbasis pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Seminar tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Bidang Penanggulangan Bencana Tri Rismaharini, serta Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning, bersama jajaran pengurus pusat dan relawan kebencanaan.
(DK).







