Bupati Trenggalek Minta ASN Mengkritik Diri Lewat Bedah Buku Reset Indonesia

- Pewarta

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk memperluas cara pandang dan berani mengkritik diri sendiri. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan bedah buku Reset Indonesia-1 di Amphiteater Hutan Kota Trenggalek, Senin, (22/12/2025).

Menurut Arifin, perubahan tata kelola pemerintahan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan dari pusat. Pemerintah daerah, termasuk ASN, harus menjadi aktor utama yang berani melakukan koreksi atas pola kerja dan cara berpikir yang selama ini dijalankan.

“Yang bertanggung jawab membawa perubahan di daerah adalah pemerintahnya sendiri. Karena itu, ASN harus berani mengkritik diri agar bisa berbenah,” kata Arifin.

Buku Reset Indonesia-1 ditulis oleh empat jurnalis lintas generasi, Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu. Buku tersebut merupakan hasil riset lapangan selama bertahun-tahun yang menyoroti persoalan struktural bangsa, mulai dari konflik agraria, krisis lingkungan, hingga arah kebijakan publik.

Arifin mengatakan, sejumlah gagasan dalam buku itu relevan dengan tantangan pembangunan di Trenggalek, terutama soal keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Ia menilai pembangunan yang tidak mempertimbangkan daya dukung ekologi berisiko menimbulkan masalah jangka panjang.

“Kalau ingin pembangunan berkelanjutan, ekonomi dan lingkungan tidak bisa dipertentangkan,” ujarnya.

Selain itu, Arifin menekankan pentingnya penguatan fiskal daerah. Namun, menurut dia, upaya tersebut harus tetap berpijak pada ekonomi kerakyatan dan prinsip keadilan sosial.

“Kita boleh memperkuat fiskal, tetapi struktur ekonomi rakyat harus dijaga dan tidak merusak lingkungan,” kata Arifin.

Meski demikian, Arifin mengaku tidak sepenuhnya sependapat dengan seluruh gagasan dalam Reset Indonesia-1. Salah satunya terkait pandangan mengenai pengelolaan sumber daya air yang sepenuhnya untuk kepentingan publik. Perbedaan tersebut, menurut dia, justru penting untuk membuka ruang dialog kritis.

“Perbedaan pendapat itu sehat. Yang berbahaya justru ketika birokrasi berhenti mengoreksi dirinya sendiri,” ucapnya.

Arifin berharap forum bedah buku tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mendorong ASN mengubah cara berpikir dan praktik birokrasi dalam merumuskan kebijakan publik di Trenggalek.

(Gun).

Berita Terkait

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS
Pendapatan Pajak Penerangan Jalan Trenggalek Capai Rp20,8 Miliar, Warga Minta Penggunaan Dana Lebih Terbuka
Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun
Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:30 WIB

Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:59 WIB

Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:40 WIB

Puluhan Sekolah di Trenggalek Belum Punya Kepala Definitif, Jabatan Masih Diisi Plt Berbulan-bulan

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB