Emas Raksasa di Bawah Laut: Temuan China di Laut Kuning Mengubah Peta Kekuatan Mineral Asia

- Pewarta

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Tiongkok kembali mengirim sinyal kuat ke dunia. Negeri Tirai Bambu itu dilaporkan telah menemukan cadangan emas bawah laut pertamanya sekaligus yang terbesar di Asia, berlokasi di lepas pantai Laizhou, Kota Yantai, Provinsi Shandong. Temuan ini bukan sekadar penemuan geologi, melainkan berpotensi menjadi game changer dalam peta kekuatan ekonomi dan sumber daya global.

Berdasarkan laporan media internasional, penemuan terbaru tersebut membuat total cadangan emas terbukti di Laizhou melampaui 3.900 ton, setara sekitar 137 juta ons emas. Angka itu mencakup sekitar 26 persen dari total cadangan emas nasional China, menjadikan Laizhou sebagai wilayah dengan cadangan dan produksi emas terbesar di negara tersebut.

Yang menarik, otoritas China belum membuka detail pasti terkait volume emas yang berada di bawah laut, sebuah langkah yang memicu spekulasi luas di kalangan analis ekonomi dan geopolitik. Penemuan bawah laut ini dinilai memiliki nilai strategis tinggi, mengingat eksploitasi mineral laut dalam kini menjadi arena baru persaingan global.

Rentetan Temuan Emas Raksasa

Penemuan di Shandong bukan kasus tunggal. Pada November lalu, pemerintah China mengumumkan deposit emas berskala super besar berkadar rendah di Provinsi Liaoning dengan estimasi mencapai 1.444 ton. Kementerian Sumber Daya Alam China menyebutnya sebagai cadangan emas tunggal terbesar sejak berdirinya Republik Rakyat China pada 1949.

Tak berhenti di sana, wilayah Pegunungan Kunlun di Xinjiang Uygur juga dilaporkan menyimpan cadangan emas lebih dari 1.000 ton. Rentetan temuan ini menegaskan satu hal: China sedang memasuki fase baru dalam penguasaan sumber daya strategis.

Lebih dari Sekadar Tambang

Saat ini, produksi emas China mencapai sekitar 377 ton per tahun, menjadikannya produsen emas terbesar di dunia. Namun dari sisi total cadangan nasional, China masih berada di bawah beberapa negara besar seperti Afrika Selatan dan Australia.

Meski demikian, analis menilai penemuan emas bawah laut ini dapat mempercepat upaya Beijing untuk memperkuat cadangan devisa, mengurangi ketergantungan pada dolar AS, serta meningkatkan posisi tawar dalam ekonomi dan perdagangan global.

Dampak Global Mengintai

Jika eksploitasi emas bawah laut ini benar-benar direalisasikan, dunia berpotensi menyaksikan pergeseran besar dalam pasar emas global. Harga emas, peta investasi, hingga stabilitas ekonomi internasional bisa ikut terdampak.

Bagi China, emas bukan hanya logam mulia melainkan instrumen kekuatan nasional.

(GN/yon).

Berita Terkait

Trump Buka Peluang Akhiri Konflik dengan Iran, Tapi Ancam Serangan Dilanjutkan Jika Negosiasi Gagal
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Gencatan Senjata Kian Rapuh
Pohon Kehidupan di Tengah Gurun Bahrain, Bertahan Hidup Lebih dari 400 Tahun Tanpa Sungai
AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, NATO Pelajari Dampaknya terhadap Keamanan Eropa
Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Korban Terus Bertambah
Warga Palestina Tewas dalam Operasi Militer Israel di Tepi Barat, Ketegangan Kian Meningkat
Perang AS-Iran Masuk Hari ke-60, Trump Hadapi Tenggat Persetujuan Kongres
Kematian Ali Khamenei Ubah Arah Isu Nuklir Iran, Kekhawatiran Baru Muncul di Israel
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 02:01 WIB

Trump Buka Peluang Akhiri Konflik dengan Iran, Tapi Ancam Serangan Dilanjutkan Jika Negosiasi Gagal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:41 WIB

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Gencatan Senjata Kian Rapuh

Senin, 4 Mei 2026 - 21:27 WIB

Pohon Kehidupan di Tengah Gurun Bahrain, Bertahan Hidup Lebih dari 400 Tahun Tanpa Sungai

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:50 WIB

AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, NATO Pelajari Dampaknya terhadap Keamanan Eropa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:33 WIB

Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Korban Terus Bertambah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:28 WIB

Warga Palestina Tewas dalam Operasi Militer Israel di Tepi Barat, Ketegangan Kian Meningkat

Rabu, 29 April 2026 - 11:44 WIB

Perang AS-Iran Masuk Hari ke-60, Trump Hadapi Tenggat Persetujuan Kongres

Rabu, 29 April 2026 - 11:03 WIB

Kematian Ali Khamenei Ubah Arah Isu Nuklir Iran, Kekhawatiran Baru Muncul di Israel

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB