Adik Bupati Tulungagung Duduki Jabatan Strategis RSUD

- Pewarta

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

Tulungagung – Penempatan adik Bupati Tulungagung sebagai Wakil Direktur RSUD dr. Iskak memicu sorotan publik dan aparat sipil. Mutasi pejabat eselon 3 dan 4 ini menimbulkan pertanyaan soal transparansi dan prinsip meritokrasi dalam birokrasi daerah.

Sumber internal dan pengamat kebijakan publik menilai penunjukan tersebut berpotensi menimbulkan persepsi nepotisme, karena jabatan strategis di rumah sakit rujukan seharusnya diisi berdasarkan kemampuan manajerial dan rekam jejak profesional, bukan kedekatan keluarga.

“Proses seleksi sebaiknya terbuka. Semua ASN harus punya kesempatan yang sama,” kata seorang akademisi pemerintahan di Tulungagung.

Selain kedekatan keluarga, publik juga menyoroti minimnya informasi terkait kriteria seleksi dan evaluasi kinerja pejabat yang dilantik. Beberapa nama dalam rotasi diduga memiliki kedekatan politik atau personal dengan pihak berwenang, sehingga muncul kekhawatiran profesionalitas terabaikan.

Hingga berita ini diturunkan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tulungagung) belum merilis penjelasan resmi terkait dasar pertimbangan pengangkatan. Pihak internal hanya menegaskan bahwa mutasi dilakukan sesuai regulasi dan kebutuhan organisasi.

Seorang LSM lokal menekankan, pengisian jabatan publik sebaiknya berdasarkan kompetensi dan transparansi, bukan hubungan keluarga. Menurutnya, langkah ini penting agar masyarakat tetap percaya pada profesionalitas birokrasi dan kualitas pelayanan publik.

(gn)

Berita Terkait

Khofifah Resmikan Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan Anggaran Rp46,9 Miliar
Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Kotoran Tikus
Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Catat 11 Kasus Positif Sejak Awal Tahun
Jalan Doroampel Rusak Lagi Padahal Baru Sebulan Selesai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
Mayoritas SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar IPAL, Warga Berpotensi Terdampak Limbah
Hadiri HUT PPNI ke-52, Plt Bupati Tulungagung Sampaikan Dukungan untuk Perawat
Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Mulai Dibangun Oktober 2026, Pemkab Kejar Syarat Lahan dan Akses
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB

Khofifah Resmikan Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan Anggaran Rp46,9 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:20 WIB

Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Kotoran Tikus

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:33 WIB

Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Catat 11 Kasus Positif Sejak Awal Tahun

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:09 WIB

Jalan Doroampel Rusak Lagi Padahal Baru Sebulan Selesai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:11 WIB

Mayoritas SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar IPAL, Warga Berpotensi Terdampak Limbah

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:53 WIB

Hadiri HUT PPNI ke-52, Plt Bupati Tulungagung Sampaikan Dukungan untuk Perawat

Senin, 11 Mei 2026 - 02:14 WIB

Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah

Senin, 11 Mei 2026 - 00:11 WIB

Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Mulai Dibangun Oktober 2026, Pemkab Kejar Syarat Lahan dan Akses

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB