Trenggalek – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kekhawatiran warga terkait ketersediaan LPG 3 kilogram sempat mencuat. Untuk memastikan kondisi sebenarnya, jajaran DPRD Kabupaten Trenggalek melakukan pengecekan langsung ke sejumlah titik distribusi.
Dari hasil peninjauan di lapangan, pasokan gas bersubsidi tersebut dipastikan dalam kondisi aman. Aktivitas pengisian di dua Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) utama di wilayah Trenggalek berjalan normal dengan kapasitas produksi harian yang cukup besar, mencapai puluhan ribu tabung setiap hari.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menyampaikan bahwa produksi di dua lokasi tersebut mampu menyuplai kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Bahkan, untuk mengantisipasi meningkatnya konsumsi selama Lebaran, tambahan kuota juga telah disiapkan dan mulai didistribusikan secara bertahap.
Menurutnya, kondisi yang sempat dirasakan warga di tingkat pengecer bukan disebabkan oleh kekurangan stok dari pusat distribusi, melainkan akibat lonjakan kebutuhan yang terjadi secara bersamaan. Menjelang Lebaran, konsumsi rumah tangga dan pelaku usaha meningkat signifikan dibanding hari biasa.
“Penggunaan yang biasanya hanya beberapa tabung, menjelang Lebaran bisa meningkat berkali lipat. Ini yang membuat distribusi di lapangan terasa tersendat,” jelasnya.
DPRD pun mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan. LPG 3 kilogram merupakan barang subsidi yang ditujukan bagi warga kurang mampu serta pelaku usaha kecil, sehingga penggunaannya diharapkan tepat sasaran.
Selain itu, masyarakat yang dinilai mampu secara ekonomi juga diimbau untuk beralih ke gas nonsubsidi. Langkah ini dinilai penting agar ketersediaan LPG 3 kilogram tetap terjaga bagi yang benar-benar membutuhkan, terutama pelaku UMKM yang bergantung pada gas tersebut untuk menjalankan usahanya.
Dengan tambahan pasokan yang terus mengalir dan distribusi yang diperkuat, pemerintah daerah optimistis kondisi di lapangan akan kembali stabil. Warga pun diharapkan tetap tenang dan menggunakan gas sesuai kebutuhan, sehingga tidak terjadi ketimpangan distribusi di tingkat bawah.
(gun).







