Trenggalek – Upaya sekelompok remaja menerbangkan balon udara berukuran besar di wilayah Trenggalek berhasil digagalkan aparat kepolisian saat patroli rutin menjelang perayaan Kupatan, Jumat pagi.
Petugas Satsamapta yang tengah berpatroli menemukan aktivitas mencurigakan di salah satu kawasan permukiman. Saat didekati, terlihat sejumlah pemuda sedang bersiap menerbangkan balon udara berukuran tidak biasa.
Kasat Samapta Polres Trenggalek, Siswanto, mengatakan pihaknya langsung mengambil tindakan cepat dengan mengamankan barang bukti sebelum balon sempat mengudara.
“Petugas mendapati tiga balon dengan ukuran cukup besar. Yang paling besar diameternya mencapai belasan meter. Ini tentu berisiko jika sampai diterbangkan,” ujarnya.
Selain balon, polisi juga menemukan peralatan pendukung seperti wadah bahan bakar yang diduga akan digunakan untuk membantu balon terbang. Kondisi ini dinilai meningkatkan potensi bahaya, terutama jika balon lepas kendali.
Dalam beberapa hari terakhir, insiden terkait balon udara di wilayah Trenggalek memang mulai bermunculan. Ada balon yang jatuh di area permukiman hingga mengenai atap rumah warga, serta kasus balon tersangkut di jaringan listrik.
Situasi tersebut menjadi perhatian serius aparat, mengingat dampaknya tidak hanya merugikan secara materiil, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat luas.
Kepolisian menegaskan bahwa aktivitas menerbangkan balon udara tanpa pengamanan yang sesuai aturan, terlebih disertai bahan mudah terbakar atau petasan, dapat memicu risiko kebakaran, gangguan listrik, hingga ancaman bagi penerbangan.
Menjelang tradisi Kupatan yang identik dengan penerbangan balon, aparat bersama instansi terkait meningkatkan intensitas patroli dan sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi dilakukan untuk menekan kebiasaan menerbangkan balon udara liar yang masih kerap terjadi setiap tahun.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak melakukan aktivitas berisiko tersebut. Selain melanggar aturan, dampaknya bisa berujung pada kerugian yang jauh lebih besar.
Langkah pencegahan ini diharapkan mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif, sekaligus menghindari kejadian yang dapat membahayakan banyak pihak di tengah momentum perayaan tradisi masyarakat.
(gun).







