Seribu Ketupat Diarak di Durenan, Tradisi Kupatan Jadi Magnet Warga dan Penggerak Ekonomi Lokal

- Pewarta

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek – Tradisi Kupatan di Kecamatan Durenan kembali digelar dengan skala besar. Ribuan ketupat hasil swadaya masyarakat akan diarak dalam kirab budaya yang menjadi agenda rutin H+7 Idul Fitri.

Kegiatan ini tidak sekadar perayaan, tetapi juga menjadi simbol kuatnya budaya gotong royong warga. Ketupat-ketupat yang disusun dalam bentuk tumpeng raksasa merupakan hasil partisipasi masyarakat dari berbagai penjuru desa.

Panitia pelaksana, Rahmat, menjelaskan bahwa konsep kirab tahun ini tetap mempertahankan nilai tradisional, namun dikemas lebih variatif agar menarik minat generasi muda dan pengunjung luar daerah.

“Semua ketupat berasal dari warga. Ini memang tradisi turun-temurun, jadi masyarakat ikut terlibat langsung,” ujarnya, kamis (26/3/2026).

Dalam pelaksanaannya, kirab akan menampilkan beberapa tumpeng utama dengan karakter berbeda. Selain ketupat sebagai ikon utama, juga disiapkan susunan hasil bumi dan aneka jajanan yang menyasar kalangan anak-anak.

Arak-arakan dijadwalkan melintasi sejumlah titik penting desa sebelum berakhir di lapangan utama. Salah satu rangkaian yang tetap dipertahankan adalah doa bersama di lingkungan pondok pesantren setempat sebagai bentuk ungkapan syukur.

Tradisi Kupatan di Durenan dikenal telah berlangsung lebih dari dua abad. Dalam perkembangannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mulai menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan.

Rangkaian acara pendukung seperti bazar UMKM, pertunjukan seni, hingga hiburan rakyat turut menyedot perhatian. Pelaku usaha kecil memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan penjualan, sementara pengunjung dari luar daerah menambah perputaran ekonomi lokal.

Meski demikian, skala kegiatan yang semakin besar juga menuntut pengelolaan yang lebih profesional. Mulai dari pengaturan arus pengunjung, kebersihan lingkungan, hingga keamanan selama acara berlangsung menjadi perhatian utama panitia dan pemerintah setempat.

Di tengah modernisasi, tradisi Kupatan Durenan menunjukkan bahwa kearifan lokal masih memiliki daya tarik kuat. Namun, keberlanjutan tradisi ini ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan menjaga keseimbangan antara nilai budaya dan pengelolaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

(gun).

Berita Terkait

Mas Ipin Tinjau Jalan Krandekan-Gandusari, Perbaikan 5,5 Kilometer Segera Dimulai
Mas Ipin Cek Langsung Data Warga Miskin, Temukan Masalah yang Tak Terlihat di Atas Kertas
Wabup Syah: Perubahan APBD 2026 Perkuat Ruang Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat Trenggalek
Hari Jadi ke-832 Meriah, Mas Ipin Ingatkan Masih Banyak Pekerjaan untuk Trenggalek
DPRD Trenggalek Siapkan Skema Dana Cadangan Pilkada, Usulan Rp40 Miliar Dicicil Dua Tahun
Bupati Arifin Tutup Hari Jadi Trenggalek ke-832 dengan Wayang Kulit dan Undian Motor
Bupati Arifin Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832, Petani Bawa Hasil Bumi
Jelang Hari Jadi ke-832, Bupati Trenggalek Ziarah ke Makam Para Pendahulu

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 00:19 WIB

Mas Ipin Tinjau Jalan Krandekan-Gandusari, Perbaikan 5,5 Kilometer Segera Dimulai

Rabu, 9 September 2026 - 23:58 WIB

Mas Ipin Cek Langsung Data Warga Miskin, Temukan Masalah yang Tak Terlihat di Atas Kertas

Selasa, 8 September 2026 - 15:54 WIB

Wabup Syah: Perubahan APBD 2026 Perkuat Ruang Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat Trenggalek

Senin, 7 September 2026 - 18:44 WIB

Hari Jadi ke-832 Meriah, Mas Ipin Ingatkan Masih Banyak Pekerjaan untuk Trenggalek

Kamis, 3 September 2026 - 19:09 WIB

DPRD Trenggalek Siapkan Skema Dana Cadangan Pilkada, Usulan Rp40 Miliar Dicicil Dua Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:41 WIB

Bupati Arifin Tutup Hari Jadi Trenggalek ke-832 dengan Wayang Kulit dan Undian Motor

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Bupati Arifin Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832, Petani Bawa Hasil Bumi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Jelang Hari Jadi ke-832, Bupati Trenggalek Ziarah ke Makam Para Pendahulu

Berita Terbaru