Kontes Jerabang, Langkah Awal Amankan Galur Kambing Lokal Tulungagung

- Pewarta

Minggu, 19 Oktober 2025 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung, Lumineerdaily – Ratusan kambing jerabang mengikuti kontes regional Jawa Timur di Lapangan Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir, Minggu (19/10/2025). Ajang ini bukan sekadar lomba kecantikan hewan ternak, tetapi juga menjadi langkah penting dalam upaya menetapkan galur kambing Jerabang Tulungagung agar tak diklaim daerah lain, bahkan negara lain.

Kambing jerabang merupakan hasil persilangan kambing Jawa randu dengan kambing berwarna hitam-putih, seperti peranakan etawa (PE) dan kambing kacang. Hasilnya, muncul kambing dengan postur besar dan warna khas kemerahan—asal nama jerabang, dari kata abang yang berarti merah dalam bahasa Jawa.

Menurut Wakil Ketua Umum Indonesia Goat Breeder (IGB), Nur MH, kontes kambing jerabang pertama kali digelar pada tahun 2018. Sejak itu, popularitasnya meningkat pesat hingga kini diternakkan di berbagai daerah.

“Pengembang awalnya memang dari Tulungagung. Dari sini kemudian menyebar dan berkembang ke banyak wilayah,” jelas Nur MH.

Dalam kontes kali ini, panitia membuka berbagai kelas, mulai dari kelas E hingga A, baik jantan maupun betina. Tujuannya tidak hanya mencari juara, tetapi juga mengukuhkan ciri khas fisik dan genetik kambing jerabang sebagai dasar pengajuan penetapan galur Jerabang Tulungagung.

“Kalau galurnya nanti sudah diakui dari Tulungagung, maka daerah lain tidak bisa mengklaim. Setelah itu bisa diajukan ke tahap SNI (Standar Nasional Indonesia), dan kalau sudah SNI, berarti levelnya sudah internasional,” terang Nur.

Ia menambahkan, pengakuan resmi galur Jerabang Tulungagung penting agar hewan hasil persilangan lokal ini tidak diklaim negara lain di masa depan.

Selain itu, kontes juga memberi dampak ekonomi besar bagi para peternak. Harga kambing jerabang juara bisa melonjak drastis, bahkan pernah ada yang ditawar hingga Rp500 juta namun tidak dijual.

“Kambing juara punya nilai tambah sebagai pejantan. Tarif kawinnya bisa mencapai Rp1,5 juta sekali kawin, dan anaknya bisa dijual Rp15 juta sampai Rp25 juta,” ungkap Nur MH.

Menurutnya, kontes bukan hanya ajang adu gengsi, tetapi juga sarana memperkuat jaringan antarpeternak dan menumbuhkan semangat berkompetisi yang sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Tulungagung, Mulyanto, menjelaskan bahwa kambing jerabang sudah dikembangkan peternak lokal sejak tahun 1980-an. Kini, jenis kambing ini menjadi salah satu unggulan daerah.

“Kami sudah bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) untuk mendaftarkan galur jerabang. Saat ini sudah dalam tahap penelitian genotipe dan fenotipe,” ujar Mulyanto.

Dengan dukungan pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas peternak, diharapkan kambing jerabang resmi diakui sebagai galur asli Tulungagung. Langkah ini menjadi upaya menjaga kekayaan genetik lokal agar tetap menjadi kebanggaan Indonesia.

Berita Terkait

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah
Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027
Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?
Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung
Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung
Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?
Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat
Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:09 WIB

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah

Kamis, 10 September 2026 - 00:09 WIB

Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027

Senin, 7 September 2026 - 18:54 WIB

Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?

Senin, 7 September 2026 - 17:58 WIB

Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 17:49 WIB

Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 14:01 WIB

Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?

Jumat, 4 September 2026 - 12:34 WIB

Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat

Kamis, 3 September 2026 - 14:53 WIB

Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terbaru