Mantan Menhan Juwono Sudarsono Wafat di Usia 84 Tahun, Jejak Pemikir Pertahanan Itu Kini Tinggal Kenangan

- Pewarta

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kabar duka datang dari dunia pertahanan Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono, meninggal dunia pada Sabtu (28/3/2026) di usia 84 tahun.

Informasi wafatnya tokoh senior tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait. Juwono mengembuskan napas terakhir di RSPI Pondok Indah sekitar pukul 13.45 WIB.

Kepergian Juwono menandai berakhirnya satu generasi pemikir pertahanan yang dikenal konsisten mendorong reformasi militer di era transisi demokrasi. Ia bukan sekadar pejabat, tetapi juga akademisi yang lama bergelut dalam isu keamanan dan hubungan sipil-militer.

Dalam perjalanan kariernya, Juwono pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelumnya, ia juga dipercaya mengemban peran strategis pada era Presiden Abdurrahman Wahid.

Rekam jejaknya kerap dikaitkan dengan upaya memperkuat supremasi sipil atas militer, sekaligus menjaga profesionalisme Tentara Nasional Indonesia di tengah perubahan politik pasca-reformasi.

Jenazah almarhum disemayamkan di kediaman keluarga di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Rencananya, prosesi pemakaman akan dilangsungkan di TMP Kalibata pada Minggu (29/3/2026).

Sejumlah tokoh nasional dan pejabat negara diperkirakan akan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kepergian Juwono bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia kebijakan pertahanan Indonesia. Di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah, warisan pemikiran dan sikap moderatnya menjadi catatan penting—bahwa kekuatan militer tak hanya soal alutsista, tetapi juga tentang arah kebijakan dan kendali sipil yang matang.

(Yon).

Berita Terkait

Mengapa 8 Mei Diperingati sebagai Hari Palang Merah Sedunia?
BPBD Kota Blitar Siapkan 20 Tandon Air untuk Antisipasi Kekeringan Musim Kemarau 2026
Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blitar Selatan Turun Tangan
Ribuan Buruh Peringati May Day 2026 di Surabaya, Soroti PHK hingga Perlindungan Pekerja Digital
Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Dorong Penguatan Industri Nasional
Dugaan Pungli Fasilitas Khusus di Lapas Blitar Diusut, Tiga Petugas Diperiksa
Putusan Sela PN Banyuwangi Akhiri Gugatan terhadap Denada, Perkara Tidak Dilanjutkan
HUT ke-74 Kopassus di Blitar, Tegaskan Loyalitas dan Pengabdian Tanpa Batas
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:47 WIB

Mengapa 8 Mei Diperingati sebagai Hari Palang Merah Sedunia?

Senin, 4 Mei 2026 - 20:20 WIB

BPBD Kota Blitar Siapkan 20 Tandon Air untuk Antisipasi Kekeringan Musim Kemarau 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:54 WIB

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blitar Selatan Turun Tangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:01 WIB

Ribuan Buruh Peringati May Day 2026 di Surabaya, Soroti PHK hingga Perlindungan Pekerja Digital

Rabu, 29 April 2026 - 13:48 WIB

Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Dorong Penguatan Industri Nasional

Selasa, 28 April 2026 - 16:26 WIB

Dugaan Pungli Fasilitas Khusus di Lapas Blitar Diusut, Tiga Petugas Diperiksa

Kamis, 23 April 2026 - 20:44 WIB

Putusan Sela PN Banyuwangi Akhiri Gugatan terhadap Denada, Perkara Tidak Dilanjutkan

Senin, 20 April 2026 - 20:21 WIB

HUT ke-74 Kopassus di Blitar, Tegaskan Loyalitas dan Pengabdian Tanpa Batas

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB