Trenggalek – Konstelasi internal Partai Kebangkitan Bangsa di Kabupaten Trenggalek mulai mengerucut. Lima nama resmi mengemuka sebagai kandidat ketua DPC untuk periode 2026–2031, menandai dimulainya proses regenerasi kepemimpinan di tingkat daerah.
Forum musyawarah cabang yang digelar akhir pekan itu dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal. Agenda berlangsung tertutup namun menghasilkan satu kesepakatan penting: penjaringan calon dilakukan tanpa voting, melainkan melalui mekanisme musyawarah mufakat.
Lima figur yang masuk dalam bursa berasal dari kombinasi hasil pemetaan struktur wilayah dan aspirasi kader di tingkat bawah. Komposisi ini mencerminkan upaya partai menjaga keseimbangan antara pertimbangan organisasi dan dinamika akar rumput.
Namun, penentuan ketua tidak berhenti di forum cabang. DPP PKB menyiapkan tahapan seleksi berlapis yang akan menguji kapasitas para kandidat secara lebih komprehensif.
Tahap awal berupa uji kompetensi dan tes psikologi untuk membaca karakter kepemimpinan masing-masing calon. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada pengalaman organisasi, tetapi juga kemampuan dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan.
Selanjutnya, para kandidat akan menjalani sesi wawancara langsung di tingkat pusat. Pada fase ini, DPP akan mendalami visi, strategi politik, serta komitmen kandidat dalam memperkuat struktur partai di daerah.
“Proses ini dirancang untuk memastikan kepemimpinan yang terpilih benar-benar siap menghadapi tantangan politik ke depan,” ujar salah satu pengurus dalam forum tersebut.
Seluruh rangkaian seleksi dijadwalkan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, dengan keputusan final ditargetkan diumumkan bertepatan dengan peringatan hari lahir PKB pada Juli 2026.
Di luar dinamika internal, PKB juga memasang target politik yang lebih luas. Jawa Timur tetap diposisikan sebagai basis utama yang harus dijaga sekaligus diperluas pengaruhnya. Strategi ke depan diarahkan pada penguatan struktur hingga tingkat paling bawah agar kemenangan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.
Dengan munculnya lima kandidat dan proses seleksi yang ketat, perebutan kursi ketua DPC PKB Trenggalek dipastikan tidak sekadar formalitas. Lebih dari itu, ini menjadi pintu masuk bagi penentuan arah politik partai di daerah dalam beberapa tahun mendatang.
(gun)







