TRENGGALEK – Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat mulai direalisasikan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Trenggalek. Program ini dirancang sebagai upaya memperluas akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini belum terjangkau layanan pendidikan formal secara optimal.
Berbeda dengan sistem pendidikan pada umumnya, penerimaan peserta didik dalam program ini tidak mengedepankan seleksi akademik. Penentuan siswa lebih difokuskan pada kondisi sosial ekonomi keluarga, sehingga membuka ruang bagi anak-anak dari kelompok rentan, termasuk yang pernah putus sekolah.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa program tersebut saat ini telah berjalan di ratusan titik di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebagian besar masih memanfaatkan fasilitas milik pemerintah daerah sembari menunggu pembangunan gedung permanen.
“Program ini terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya negara dalam menjangkau masyarakat yang selama ini sulit mengakses pendidikan,” ujarnya dalam keterangan di Trenggalek, akhir Maret lalu.
Di Kabupaten Trenggalek, pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan di kawasan sekitar Pasar Basah. Hingga kini, progres fisik masih dalam tahap awal dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
Konsep Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan formal, tetapi juga mencakup kebutuhan dasar siswa. Pemerintah menanggung biaya pendidikan, fasilitas tempat tinggal, hingga kebutuhan konsumsi sehari-hari sebagai bagian dari skema pendidikan terpadu.
Program ini juga mengusung pendekatan jemput bola dalam proses rekrutmen siswa. Tim yang dibentuk melakukan penelusuran langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi anak-anak yang memenuhi kriteria, tanpa melalui mekanisme pendaftaran umum.
Pendekatan tersebut membuat latar belakang kemampuan siswa sangat beragam. Tidak sedikit peserta didik yang memiliki keterbatasan dasar, seperti kemampuan membaca, meski telah berada pada jenjang pendidikan tertentu.
Meski demikian, pemerintah menilai perkembangan siswa menunjukkan tren positif. Selain peningkatan kemampuan akademik, perubahan juga terlihat dari sisi mental dan kepercayaan diri anak-anak yang mulai tumbuh setelah mengikuti program tersebut.
Program Sekolah Rakyat menjadi bagian dari implementasi kebijakan negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh warga, terutama kelompok miskin dan rentan. Pemerintah berharap, melalui pendekatan ini, kesenjangan akses pendidikan dapat ditekan sekaligus menciptakan kesempatan yang lebih merata bagi generasi muda.
Ke depan, pengembangan Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk Trenggalek, diharapkan mampu menjadi model alternatif pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
(gun)







