Di Hadapan Lula, Presiden Prabowo: Bahasa Portugis Akan Diajarkan di Sekolah Indonesia

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Lumineerdaily — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bahwa bahasa Portugis akan mulai diajarkan di sekolah-sekolah Indonesia. Langkah tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10).

Presiden Prabowo menegaskan, pengajaran bahasa Portugis merupakan bentuk keseriusan Indonesia dalam mempererat hubungan dengan Brazil.

“Sebagai bukti kami memandang Brazil sangat penting, saya telah merumuskan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa yang diajarkan di sekolah-sekolah,” ujar Presiden Prabowo di hadapan Presiden Lula.

Kepala Negara menjelaskan, dirinya telah memerintahkan dua menteri terkait untuk segera menindaklanjuti kebijakan tersebut, yakni Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Kedua kementerian itu diminta segera menyusun kurikulum dan memperkenalkan mata pelajaran serta mata kuliah bahasa Portugis di berbagai jenjang pendidikan.

Dalam pernyataan pers bersama seusai pertemuan, Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmennya menjadikan bahasa Portugis sebagai salah satu bahasa asing prioritas di dunia pendidikan Indonesia.

“Karena penting, saya sudah putuskan bahasa Portugis menjadi bahasa prioritas di pendidikan kita selain bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Prancis, Jerman, dan Rusia,” tegas Prabowo.

Pertemuan bilateral antara Indonesia dan Brazil di Istana Merdeka berlangsung selama lebih dari satu jam. Presiden Prabowo memimpin langsung delegasi Indonesia yang terdiri atas sejumlah menteri, antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Turut hadir pula Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Usai pertemuan, kedua kepala negara menyaksikan penandatanganan delapan nota kesepahaman (MoU) yang mencakup kerja sama antarinstansi pemerintah dan antara badan usaha Indonesia dengan badan usaha Brazil.

Kunjungan kenegaraan Presiden Lula di Jakarta pada 22–24 Oktober merupakan bagian dari rangkaian lawatan ke Asia Tenggara, sekaligus menjadi kunjungan balasan setelah Presiden Prabowo berkunjung ke Istana Kepresidenan Brazil Palácio do Planalto di Brasilia pada 9 Juli 2025.

Berita Terkait

Presiden Prabowo Resmikan RS Kardiologi Emirates–Indonesia di Solo, Tekankan Layanan Kesehatan Berteknologi Tinggi
Pemerintah Perluas Wajib Belajar Jadi 13 Tahun, PAUD Masuk Sistem Pendidikan Nasional Mulai 2026
Kemendikdasmen Gulirkan 150 Ribu Beasiswa untuk Guru Belum Sarjana Mulai 2026

Berita Terkait

Rabu, 19 November 2025 - 20:16 WIB

Presiden Prabowo Resmikan RS Kardiologi Emirates–Indonesia di Solo, Tekankan Layanan Kesehatan Berteknologi Tinggi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 20:16 WIB

Pemerintah Perluas Wajib Belajar Jadi 13 Tahun, PAUD Masuk Sistem Pendidikan Nasional Mulai 2026

Kamis, 23 Oktober 2025 - 12:02 WIB

Kemendikdasmen Gulirkan 150 Ribu Beasiswa untuk Guru Belum Sarjana Mulai 2026

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:06 WIB

Di Hadapan Lula, Presiden Prabowo: Bahasa Portugis Akan Diajarkan di Sekolah Indonesia

Berita Terbaru