Ribuan Buruh Peringati May Day 2026 di Surabaya, Soroti PHK hingga Perlindungan Pekerja Digital

- Pewarta

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan buruh menggelar aksi damai May Day 2026 di Surabaya dengan membawa 10 tuntutan terkait ketenagakerjaan dan perlindungan pekerja. (Foto dokumentasi)

Ribuan buruh menggelar aksi damai May Day 2026 di Surabaya dengan membawa 10 tuntutan terkait ketenagakerjaan dan perlindungan pekerja. (Foto dokumentasi)

SURABAYA, lumineerdaily.com – Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur bersama aliansi Gerakan Serikat Pekerja (GESPER) menggelar aksi damai dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Jumat (1/5/2026).

Aksi yang dipusatkan di kawasan Jalan Pahlawan, Surabaya, itu tak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga momentum penyampaian aspirasi terkait isu ketenagakerjaan yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa mulai berkumpul usai Salat Jumat sekitar pukul 13.00 WIB di depan BG Junction Mall, Jalan Bubutan. Dari titik tersebut, ribuan peserta kemudian melakukan long march menuju Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan dengan pengawalan aparat keamanan.

Selain FSPMI, aksi ini juga diikuti lima konfederasi serikat pekerja dan 15 federasi serikat pekerja/serikat buruh yang tergabung dalam aliansi besar GESPER Jawa Timur.

Wakil Sekretaris DPW FSPMI Jawa Timur, Nuruddin Hidayat, mengatakan peringatan Hari Buruh seharusnya tidak berhenti pada seremoni maupun agenda demonstrasi rutin.

Menurutnya, May Day perlu dimaknai sebagai ruang refleksi sekaligus konsolidasi gerakan buruh untuk memperjuangkan isu-isu yang lebih mendasar.

“May Day harus menjadi momentum refleksi, konsolidasi, dan persatuan gerakan buruh untuk memperjuangkan kepentingan yang lebih substansial demi kesejahteraan buruh dan rakyat Indonesia secara luas,” kata Nuruddin.

Angkat 10 Tuntutan Strategis

Dalam aksi tersebut, massa membawa 10 tuntutan yang mencerminkan beragam persoalan ketenagakerjaan, mulai dari regulasi, kesejahteraan, hingga perlindungan sosial.

Adapun tuntutan yang disuarakan meliputi:

  1. Pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai rekomendasi KSP-PB
  2. Penghapusan sistem outsourcing dan penolakan upah murah
  3. Antisipasi PHK akibat dampak perang global
  4. Reformasi perpajakan, termasuk penghapusan pajak THR, JHT, dan pensiun serta kenaikan PTKP
  5. Pengesahan RUU Perampasan Aset untuk pemberantasan korupsi
  6. Ratifikasi Konvensi ILO 190 tentang kekerasan dan pelecehan di dunia kerja
  7. Perlindungan pekerja digital platform
  8. Peningkatan standar keselamatan dan kesehatan kerja
  9. Jaminan akses layanan BPJS Kesehatan bagi pekerja yang iurannya menunggak akibat perusahaan
  10. Pemotongan tarif aplikasi ojek online maksimal 10 persen

Tuntutan tersebut menunjukkan bahwa isu perburuhan saat ini tak lagi semata soal kenaikan upah, tetapi juga mencakup perlindungan pekerja informal, ekonomi digital, hingga kepastian jaminan sosial.

Soroti Ancaman PHK dan Ekonomi Global

Salah satu isu yang cukup mendapat perhatian dalam aksi ini ialah ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dikhawatirkan meningkat akibat tekanan ekonomi global.

Buruh menilai kondisi geopolitik internasional dan perlambatan ekonomi dunia berpotensi berdampak langsung pada sektor industri nasional, terutama manufaktur yang banyak menyerap tenaga kerja.

Karena itu, mereka meminta pemerintah hadir lebih aktif dalam menjaga stabilitas lapangan kerja.

Nuruddin mengakui sebagian tuntutan buruh sebelumnya telah mendapat respons, namun belum sepenuhnya terealisasi.

“Masih belum sepenuhnya, sebagian terealisasi. Sebagian masih perlu dilakukan pengawalan baik melalui social dialogue maupun aksi demonstrasi,” ujarnya.

Libatkan 6.000 Buruh dari Berbagai Daerah

Menurut data panitia, sekitar 6.000 buruh dari sejumlah daerah di Jawa Timur turut berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Massa berasal dari berbagai kawasan industri, di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Lumajang, hingga Tuban.

Besarnya jumlah peserta menunjukkan isu ketenagakerjaan masih menjadi perhatian utama kalangan pekerja di Jawa Timur, terutama di tengah perubahan pola industri dan tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Aksi berlangsung tertib dan damai hingga sore hari dengan pengamanan dari aparat kepolisian dan unsur terkait.

Peringatan May Day 2026 di Surabaya menjadi gambaran bahwa gerakan buruh kini membawa agenda yang lebih luas, tidak hanya memperjuangkan kesejahteraan pekerja formal, tetapi juga merespons tantangan baru di era ekonomi digital dan dinamika global.

(Udi)

Berita Terkait

Mengapa 8 Mei Diperingati sebagai Hari Palang Merah Sedunia?
BPBD Kota Blitar Siapkan 20 Tandon Air untuk Antisipasi Kekeringan Musim Kemarau 2026
Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blitar Selatan Turun Tangan
Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Dorong Penguatan Industri Nasional
Dugaan Pungli Fasilitas Khusus di Lapas Blitar Diusut, Tiga Petugas Diperiksa
Putusan Sela PN Banyuwangi Akhiri Gugatan terhadap Denada, Perkara Tidak Dilanjutkan
HUT ke-74 Kopassus di Blitar, Tegaskan Loyalitas dan Pengabdian Tanpa Batas
Layanan Anak Berkebutuhan Khusus di Blitar Diuji Lapangan, DPRD Temukan PR di Fasilitas dan Pendamping
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:47 WIB

Mengapa 8 Mei Diperingati sebagai Hari Palang Merah Sedunia?

Senin, 4 Mei 2026 - 20:20 WIB

BPBD Kota Blitar Siapkan 20 Tandon Air untuk Antisipasi Kekeringan Musim Kemarau 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:54 WIB

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blitar Selatan Turun Tangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:01 WIB

Ribuan Buruh Peringati May Day 2026 di Surabaya, Soroti PHK hingga Perlindungan Pekerja Digital

Rabu, 29 April 2026 - 13:48 WIB

Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Dorong Penguatan Industri Nasional

Selasa, 28 April 2026 - 16:26 WIB

Dugaan Pungli Fasilitas Khusus di Lapas Blitar Diusut, Tiga Petugas Diperiksa

Kamis, 23 April 2026 - 20:44 WIB

Putusan Sela PN Banyuwangi Akhiri Gugatan terhadap Denada, Perkara Tidak Dilanjutkan

Senin, 20 April 2026 - 20:21 WIB

HUT ke-74 Kopassus di Blitar, Tegaskan Loyalitas dan Pengabdian Tanpa Batas

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB