Jelang Idul Adha, Permintaan Hewan Kurban dari Tulungagung Melonjak, Ratusan Ternak Dikirim ke Luar Pulau

- Pewarta

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peternak dan pedagang di pasar hewan Terpadu

Peternak dan pedagang di pasar hewan Terpadu

TULUNGAGUNG, lumineerdaily.com – Permintaan hewan kurban asal Kabupaten Tulungagung mulai meningkat menjelang Idul Adha 2026. Dalam sepekan terakhir, ratusan ekor ternak diberangkatkan ke sejumlah daerah di luar Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan pasar kurban.

Lonjakan permintaan tersebut menunjukkan Tulungagung masih menjadi salah satu daerah pemasok ternak yang cukup diperhitungkan, khususnya untuk kambing kurban.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tulungagung, Tutus Sumaryani, mengatakan peningkatan lalu lintas ternak mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, pengiriman hewan ternak dari Tulungagung tidak hanya melayani kebutuhan lokal, tetapi juga menjangkau berbagai provinsi.

“Rata-rata pengiriman ternak dari Tulungagung menuju Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta hingga Kalimantan,” ujarnya, Sabtu (10/5/2026).

Berdasarkan data Disnakeswan, selama satu pekan terakhir tercatat sekitar 700 ekor ternak telah dikirim ke luar provinsi.

Dalam satu kali pengiriman, jumlah ternak yang dibawa bervariasi, mulai 80 hingga 200 ekor tergantung permintaan pembeli dan kapasitas angkut.

Mayoritas ternak yang saat ini dikirim berupa kambing. Sementara pengiriman sapi diperkirakan meningkat mendekati hari pelaksanaan Idul Adha.

“Kebanyakan saat ini kambing. Untuk sapi biasanya mendekati hari raya baru ramai,” katanya.

Meningkatnya permintaan juga berdampak pada lonjakan pengurusan dokumen kesehatan ternak.

Setiap hewan yang dikirim ke luar daerah wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai syarat legal sekaligus jaminan bahwa ternak dalam kondisi sehat dan layak dikirim.

Hingga saat ini, Disnakeswan Tulungagung telah menerbitkan sekitar 700 SKKH untuk pengiriman kambing. Sementara pengajuan SKKH untuk sapi masih berkisar 40 hingga 50 surat.

“Peternak kambing yang mengurus SKKH sudah cukup tinggi. Untuk sapi masih bertahap,” jelas Tutus.

Tak hanya pedagang besar, sejumlah takmir masjid juga mulai meminta hewan kurban disertai dokumen kesehatan resmi sebelum transaksi dilakukan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan hewan yang dibeli dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan memenuhi syarat kurban.

Peningkatan permintaan hewan kurban ini juga menjadi momentum ekonomi bagi peternak lokal.

Namun, di sisi lain, tingginya permintaan turut menuntut pengawasan lalu lintas ternak yang lebih ketat, terutama untuk mencegah penyebaran penyakit hewan antarwilayah.

Kondisi kesehatan ternak menjadi perhatian penting setelah mobilitas hewan meningkat signifikan menjelang Idul Adha.

Karena itu, pemerintah daerah melalui Disnakeswan memperkuat pengawasan kesehatan hewan sebelum ternak diberangkatkan.

Untuk pengiriman dalam wilayah Tulungagung, penerbitan SKKH juga dapat diakses melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) setempat.

Dengan tren pengiriman yang terus meningkat, Tulungagung kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu daerah pemasok hewan kurban yang menopang kebutuhan pasar di berbagai wilayah Indonesia. (gun)

Berita Terkait

Khofifah Resmikan Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan Anggaran Rp46,9 Miliar
Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Kotoran Tikus
Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Catat 11 Kasus Positif Sejak Awal Tahun
Jalan Doroampel Rusak Lagi Padahal Baru Sebulan Selesai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
Mayoritas SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar IPAL, Warga Berpotensi Terdampak Limbah
Hadiri HUT PPNI ke-52, Plt Bupati Tulungagung Sampaikan Dukungan untuk Perawat
Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Mulai Dibangun Oktober 2026, Pemkab Kejar Syarat Lahan dan Akses
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB

Khofifah Resmikan Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan Anggaran Rp46,9 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:20 WIB

Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Kotoran Tikus

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:33 WIB

Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Catat 11 Kasus Positif Sejak Awal Tahun

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:09 WIB

Jalan Doroampel Rusak Lagi Padahal Baru Sebulan Selesai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:11 WIB

Mayoritas SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar IPAL, Warga Berpotensi Terdampak Limbah

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:53 WIB

Hadiri HUT PPNI ke-52, Plt Bupati Tulungagung Sampaikan Dukungan untuk Perawat

Senin, 11 Mei 2026 - 02:14 WIB

Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah

Senin, 11 Mei 2026 - 00:11 WIB

Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Mulai Dibangun Oktober 2026, Pemkab Kejar Syarat Lahan dan Akses

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB