Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah

- Pewarta

Senin, 11 Mei 2026 - 02:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas budidaya ikan air tawar di Tulungagung menjadi salah satu penopang ekonomi daerah dengan nilai produksi menembus Rp1,1 triliun sepanjang 2025. (Foto dokumentasi komunitas budidaya ikan tawar)

Aktivitas budidaya ikan air tawar di Tulungagung menjadi salah satu penopang ekonomi daerah dengan nilai produksi menembus Rp1,1 triliun sepanjang 2025. (Foto dokumentasi komunitas budidaya ikan tawar)

TULUNGAGUNG, lumineerdaily.com – Sektor budidaya ikan air tawar di Kabupaten Tulungagung menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Dinas Perikanan Tulungagung mencatat total produksi mencapai 53,2 juta kilogram dengan nilai ekonomi menembus Rp1,1 triliun.

Angka tersebut menjadikan sektor perikanan budidaya sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah yang terus tumbuh di tengah kebutuhan pangan dan permintaan pasar yang stabil.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Tulungagung, Dedy Azhar Muhammad, mengatakan produksi ikan air tawar di wilayahnya ditopang lima komoditas utama, yakni lele, patin, gurami, nila, dan gabus.

Menurut dia, Tulungagung saat ini memiliki sekitar 13 ribu pembudidaya, termasuk pelaku usaha ikan hias.

Sebagian besar aktivitas budidaya terkonsentrasi di kawasan dataran rendah seperti Kecamatan Sumbergempol, Boyolangu, Rejotangan, Ngunut, dan Kedungwaru.

“Wilayah pegunungan relatif jarang ditemukan pembudidaya ikan air tawar. Sentra budidaya lebih banyak berada di dataran rendah,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).

Dari total produksi 53.226.500 kilogram, komoditas gurami dan patin menjadi penyumbang terbesar.

Produksi ikan gurami tercatat mencapai 21 juta kilogram, patin 20 juta kilogram, lele 11 juta kilogram, nila 112 ribu kilogram, dan gabus sekitar 62 ribu kilogram.

Selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, hasil budidaya Tulungagung juga didistribusikan ke berbagai daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Beberapa komoditas tertentu, terutama patin, juga dipasok ke industri pengolahan.

“Selain memenuhi kebutuhan pasar lokal dan luar daerah, ikan patin juga dikirim ke pabrik fillet,” kata Dedy.

Dari sisi ekonomi, komoditas gurami menyumbang nilai terbesar dengan Rp497,2 miliar, diikuti patin Rp312,3 miliar dan lele Rp200,9 miliar.

Sementara nila menghasilkan Rp1,7 miliar dan gabus Rp1,9 miliar.

Tak hanya budidaya air tawar, sektor perikanan air payau juga memberi kontribusi tambahan.

Sepanjang 2025, produksi udang vaname di Tulungagung tercatat mencapai 525 ribu kilogram dengan nilai panen sekitar Rp31,5 miliar.

Kenaikan produksi sekitar 9 persen dibanding tahun sebelumnya menunjukkan sektor budidaya perikanan di Tulungagung berkembang konsisten.

Meski demikian, peningkatan produksi juga memunculkan tantangan baru.

Besarnya volume hasil budidaya perlu diimbangi penguatan hilirisasi, akses distribusi, kestabilan harga pakan, hingga pengembangan industri pengolahan agar nilai tambah tidak berhenti di tingkat produksi primer.

Di tengah tekanan ekonomi nasional, capaian ini menunjukkan sektor pangan lokal memiliki potensi besar menjadi penyangga ekonomi daerah apabila dikelola lebih terintegrasi.

Budidaya ikan tidak lagi sekadar sektor penunjang, tetapi mulai menempati posisi penting dalam rantai ekonomi Tulungagung.

(gun)

Berita Terkait

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah
Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027
Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?
Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung
Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung
Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?
Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat
Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:09 WIB

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah

Kamis, 10 September 2026 - 00:09 WIB

Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027

Senin, 7 September 2026 - 18:54 WIB

Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?

Senin, 7 September 2026 - 17:58 WIB

Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 17:49 WIB

Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 14:01 WIB

Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?

Jumat, 4 September 2026 - 12:34 WIB

Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat

Kamis, 3 September 2026 - 14:53 WIB

Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terbaru