Chicco Jerikho Rela Ubah Penampilan Demi Peran Ayah David Ozora di Film “Ozora”

- Pewarta

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Siapa yang nggak kenal Chicco Jerikho? Aktor papan atas ini baru-baru ini kembali jadi sorotan, tapi bukan karena aktingnya di film biasa. Kali ini, Chicco memerankan sosok ayah korban penganiayaan David Ozora dalam film “Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel”. Dan yang bikin kagum, ia rela mengubah penampilan hingga gestur tubuhnya supaya benar-benar menyerupai Jonathan Latumahina alias Bung Jo, ayah David.

Sebelum kasus ini viral, Chicco mengaku tak mengenal keluarga korban sama sekali. Tapi saat video penganiayaan David tersebar di media sosial, amarahnya langsung muncul.

“Gila maksudnya ada orang tega melakukan hal seperti ini gitu. Orang udah terkapar tapi masih diserang, masih dianiaya. Tega banget,” ungkap Chicco saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Kemarahan itu ternyata jadi pemicu bagi Chicco untuk menghubungi keluarga korban, memberikan dukungan langsung di tengah perjuangan mereka menuntut keadilan.

“Gimana nih cara nge-reach keluarga si korban untuk memberikan dukungan,” tambah Chicco.

Tak hanya dari sisi emosional, persiapan fisik juga dilakukan Chicco. Ia menyesuaikan penampilan dan gestur agar sedekat mungkin dengan sosok Bung Jo. Beban emosional karakter yang harus diperankannya tentu bukan hal mudah. Ia harus merasakan sedih, cemas, dan beratnya perjuangan seorang ayah yang menunggu anaknya sadar dari koma.

“Lumayan sedihnya ya, apa yang dia rasain itu lumayan berat, terutama nungguin anaknya sampai sadar itu lumayan lama. Sampai akhirnya dia pasrah dan anaknya berangsur pulih,” tutup suami Putri Marino ini.

Dengan totalitasnya, Chicco berhasil membawa karakter Bung Jo hidup di layar lebar, membuat penonton merasakan kesedihan sekaligus ketegaran seorang ayah di tengah tragedi keluarga. Film ini bukan sekadar hiburan, tapi juga mengangkat kisah nyata yang menyentuh hati banyak orang.

Berita Terkait

Mengapa 8 Mei Diperingati sebagai Hari Palang Merah Sedunia?
BPBD Kota Blitar Siapkan 20 Tandon Air untuk Antisipasi Kekeringan Musim Kemarau 2026
Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blitar Selatan Turun Tangan
Ribuan Buruh Peringati May Day 2026 di Surabaya, Soroti PHK hingga Perlindungan Pekerja Digital
Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Dorong Penguatan Industri Nasional
Dugaan Pungli Fasilitas Khusus di Lapas Blitar Diusut, Tiga Petugas Diperiksa
Putusan Sela PN Banyuwangi Akhiri Gugatan terhadap Denada, Perkara Tidak Dilanjutkan
HUT ke-74 Kopassus di Blitar, Tegaskan Loyalitas dan Pengabdian Tanpa Batas
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:47 WIB

Mengapa 8 Mei Diperingati sebagai Hari Palang Merah Sedunia?

Senin, 4 Mei 2026 - 20:20 WIB

BPBD Kota Blitar Siapkan 20 Tandon Air untuk Antisipasi Kekeringan Musim Kemarau 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:54 WIB

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blitar Selatan Turun Tangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:01 WIB

Ribuan Buruh Peringati May Day 2026 di Surabaya, Soroti PHK hingga Perlindungan Pekerja Digital

Rabu, 29 April 2026 - 13:48 WIB

Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Dorong Penguatan Industri Nasional

Selasa, 28 April 2026 - 16:26 WIB

Dugaan Pungli Fasilitas Khusus di Lapas Blitar Diusut, Tiga Petugas Diperiksa

Kamis, 23 April 2026 - 20:44 WIB

Putusan Sela PN Banyuwangi Akhiri Gugatan terhadap Denada, Perkara Tidak Dilanjutkan

Senin, 20 April 2026 - 20:21 WIB

HUT ke-74 Kopassus di Blitar, Tegaskan Loyalitas dan Pengabdian Tanpa Batas

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB