Trenggalek, Lumineerdaily – Kabupaten Trenggalek hingga kini belum memenuhi kebutuhan tenaga dokter yang memadai, baik dari sisi jumlah maupun distribusi di berbagai fasilitas kesehatan. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek, Sunarto, mengungkapkan berdasarkan standar rasio tenaga medis, daerah membutuhkan 11,76 dokter per 1.000 penduduk. Namun saat ini rasio yang tersedia baru mencapai 8,56 dokter per 1.000 penduduk, atau masih kurang sekitar 3,2 dokter per 1.000 penduduk.
“Rasio yang kami gunakan mencakup seluruh dokter, baik dokter umum, dokter gigi, maupun dokter spesialis. Saat ini masih ada kekurangan yang perlu segera dipenuhi,” kata Sunarto.
Kekurangan tenaga medis tidak hanya soal jumlah, tetapi juga distribusi di tiap fasilitas kesehatan. Beberapa layanan kesehatan tertentu dinilai masih membutuhkan tambahan dokter spesialis agar dapat memberikan layanan optimal.
Untuk mengatasi kekurangan ini, Dinkes PPKB melakukan sejumlah langkah strategis. Di antaranya adalah menambah formasi dokter Aparatur Sipil Negara (ASN) dan membuka kesempatan bagi dokter untuk mengikuti program pendidikan lanjut spesialisasi penyakit tertentu.
“Langkah-langkah ini dilakukan agar kebutuhan dokter dapat tercukupi dan setiap layanan kesehatan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” jelas Sunarto.
Dengan pemenuhan tenaga medis yang lebih optimal, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan perbaikan layanan medis di seluruh kabupaten. Langkah ini dianggap penting untuk mendukung kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
“Kami berharap dengan tercukupinya tenaga medis, layanan kesehatan di Trenggalek dapat lebih merata dan berkualitas,” pungkasnya.







