Lumineeradaily.com – Sejumlah aktivis masyarakat sipil di Afrika Selatan menggelar aksi damai di depan kantor British Council di Johannesburg, Selasa (23/12), untuk menyoroti kondisi kemanusiaan para tahanan pro-Palestina di Inggris yang tengah melakukan mogok makan.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan hak-hak dasar para tahanan yang ditahan terkait aksi protes terhadap perusahaan pertahanan Israel. Para demonstran membawa poster berisi seruan solidaritas serta pesan yang menekankan pentingnya perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi.
Dalam aksi itu, perwakilan massa menyerahkan dokumen tuntutan kepada pihak British Council untuk diteruskan kepada Duta Besar Inggris. Selain jalur langsung, tuntutan serupa juga dikirimkan melalui surat elektronik ke perwakilan diplomatik Inggris di Afrika Selatan.
Perwakilan Palestine Solidarity Alliance (PSA), Firoza Mayet, menyampaikan kekhawatiran atas kondisi kesehatan para tahanan yang melakukan mogok makan. Ia menyebut sebagian dari mereka berada dalam kondisi kritis setelah tidak mengonsumsi makanan selama lebih dari tujuh pekan.
“Ini bukan sekadar isu hukum, tetapi persoalan kemanusiaan yang membutuhkan respons segera,” ujar Mayet dalam keterangannya.
Sehari sebelumnya, lebih dari 20 organisasi masyarakat sipil di Afrika Selatan mengeluarkan pernyataan bersama yang menyoroti perlunya jaminan perlakuan adil bagi para tahanan tersebut. Mereka mendesak pemerintah Inggris untuk memastikan proses hukum yang transparan, tepat waktu, serta mempertimbangkan pembebasan sementara demi alasan kesehatan.
Dalam pernyataan itu, para aktivis mengingatkan bahwa mogok makan berkepanjangan berisiko fatal, terlebih bagi tahanan muda. Disebutkan, lima dari para mogok makan berusia di bawah 31 tahun, dengan usia termuda 20 tahun. Sejumlah tahanan dilaporkan telah dirawat di rumah sakit akibat penurunan kondisi fisik yang serius.
Para tahanan tersebut diketahui ditahan setelah diduga terlibat dalam aksi protes terhadap fasilitas yang berkaitan dengan Elbit Systems, perusahaan pertahanan Israel, di Inggris. Kelompok masyarakat sipil menilai aksi protes tersebut merupakan bentuk ekspresi politik yang seharusnya dilindungi dalam sistem demokrasi.
Pernyataan bersama para aktivis juga mengingatkan pemerintah Inggris pada pengalaman historis penanganan mogok makan tahanan politik di masa lalu, yang menimbulkan dampak kemanusiaan dan politik jangka panjang.
Selain menyoroti kondisi para tahanan, aksi di Johannesburg juga menyerukan penghentian kekerasan terhadap warga sipil di Gaza dan wilayah Palestina yang diduduki. Para aktivis menilai isu Palestina harus ditempatkan dalam kerangka perlindungan warga sipil dan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Inggris terkait tuntutan yang disampaikan para aktivis tersebut.
Sumber : Anadolu.







