Aktivis Afrika Selatan Soroti Isu HAM dalam Penahanan Pendukung Palestina di Inggris

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lumineeradaily.com – Sejumlah aktivis masyarakat sipil di Afrika Selatan menggelar aksi damai di depan kantor British Council di Johannesburg, Selasa (23/12), untuk menyoroti kondisi kemanusiaan para tahanan pro-Palestina di Inggris yang tengah melakukan mogok makan.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan hak-hak dasar para tahanan yang ditahan terkait aksi protes terhadap perusahaan pertahanan Israel. Para demonstran membawa poster berisi seruan solidaritas serta pesan yang menekankan pentingnya perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi.

Dalam aksi itu, perwakilan massa menyerahkan dokumen tuntutan kepada pihak British Council untuk diteruskan kepada Duta Besar Inggris. Selain jalur langsung, tuntutan serupa juga dikirimkan melalui surat elektronik ke perwakilan diplomatik Inggris di Afrika Selatan.

Perwakilan Palestine Solidarity Alliance (PSA), Firoza Mayet, menyampaikan kekhawatiran atas kondisi kesehatan para tahanan yang melakukan mogok makan. Ia menyebut sebagian dari mereka berada dalam kondisi kritis setelah tidak mengonsumsi makanan selama lebih dari tujuh pekan.

“Ini bukan sekadar isu hukum, tetapi persoalan kemanusiaan yang membutuhkan respons segera,” ujar Mayet dalam keterangannya.

Sehari sebelumnya, lebih dari 20 organisasi masyarakat sipil di Afrika Selatan mengeluarkan pernyataan bersama yang menyoroti perlunya jaminan perlakuan adil bagi para tahanan tersebut. Mereka mendesak pemerintah Inggris untuk memastikan proses hukum yang transparan, tepat waktu, serta mempertimbangkan pembebasan sementara demi alasan kesehatan.

Dalam pernyataan itu, para aktivis mengingatkan bahwa mogok makan berkepanjangan berisiko fatal, terlebih bagi tahanan muda. Disebutkan, lima dari para mogok makan berusia di bawah 31 tahun, dengan usia termuda 20 tahun. Sejumlah tahanan dilaporkan telah dirawat di rumah sakit akibat penurunan kondisi fisik yang serius.

Para tahanan tersebut diketahui ditahan setelah diduga terlibat dalam aksi protes terhadap fasilitas yang berkaitan dengan Elbit Systems, perusahaan pertahanan Israel, di Inggris. Kelompok masyarakat sipil menilai aksi protes tersebut merupakan bentuk ekspresi politik yang seharusnya dilindungi dalam sistem demokrasi.

Pernyataan bersama para aktivis juga mengingatkan pemerintah Inggris pada pengalaman historis penanganan mogok makan tahanan politik di masa lalu, yang menimbulkan dampak kemanusiaan dan politik jangka panjang.

Selain menyoroti kondisi para tahanan, aksi di Johannesburg juga menyerukan penghentian kekerasan terhadap warga sipil di Gaza dan wilayah Palestina yang diduduki. Para aktivis menilai isu Palestina harus ditempatkan dalam kerangka perlindungan warga sipil dan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Inggris terkait tuntutan yang disampaikan para aktivis tersebut.

Sumber : Anadolu.

Berita Terkait

Inggris Perkuat Peran Diplomasi Global, Dorong Akses Kemanusiaan dan Stabilitas Timur Tengah
Koalisi Pimpinan Saudi Akhiri Operasi Militer di Pelabuhan Al Mukalla, Yaman Timur
Rusia Klaim Temukan Data Drone Ukraina yang Menargetkan Kediaman Putin
Malam Tahun Baru Dibayangi Serangan Drone, Warga Rusia dan Ukraina Jadi Korban
Pertahanan Udara Rusia Klaim Gagalkan Puluhan Drone Ukraina di Enam Wilayah
Pemukim Israel Serbu Peternakan Palestina, 150 Domba Raib dan Pekerja Dianiaya
Emas Raksasa di Bawah Laut: Temuan China di Laut Kuning Mengubah Peta Kekuatan Mineral Asia
Rekonstruksi Digital Ungkap Wajah Homo Erectus Afrika Lebih Primitif dari Dugaan Ilmuwan

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 06:41 WIB

Inggris Perkuat Peran Diplomasi Global, Dorong Akses Kemanusiaan dan Stabilitas Timur Tengah

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:18 WIB

Koalisi Pimpinan Saudi Akhiri Operasi Militer di Pelabuhan Al Mukalla, Yaman Timur

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:02 WIB

Rusia Klaim Temukan Data Drone Ukraina yang Menargetkan Kediaman Putin

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:44 WIB

Malam Tahun Baru Dibayangi Serangan Drone, Warga Rusia dan Ukraina Jadi Korban

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:50 WIB

Pertahanan Udara Rusia Klaim Gagalkan Puluhan Drone Ukraina di Enam Wilayah

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:37 WIB

Aktivis Afrika Selatan Soroti Isu HAM dalam Penahanan Pendukung Palestina di Inggris

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:29 WIB

Pemukim Israel Serbu Peternakan Palestina, 150 Domba Raib dan Pekerja Dianiaya

Selasa, 23 Desember 2025 - 16:46 WIB

Emas Raksasa di Bawah Laut: Temuan China di Laut Kuning Mengubah Peta Kekuatan Mineral Asia

Berita Terbaru