Anggaran Bendungan Bagong Naik Jadi Rp2,7 Triliun, Jalan Rusak 3 Km ke Lokasi Proyek Belum Tertangani

- Pewarta

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan rusak menuju kawasan Bendungan Bagong Trenggalek masih dikeluhkan warga di tengah kenaikan anggaran proyek hingga Rp2,7 triliun. (foto ilustrasi jalan rusak)

Kondisi jalan rusak menuju kawasan Bendungan Bagong Trenggalek masih dikeluhkan warga di tengah kenaikan anggaran proyek hingga Rp2,7 triliun. (foto ilustrasi jalan rusak)

Pemerintah bahkan membuka peluang percepatan penyelesaian dari target awal 2029 apabila dukungan anggaran dan pelaksanaan teknis berjalan sesuai rencana.

Meski progres proyek terus didorong, warga berharap pembangunan tidak hanya terpusat pada struktur utama bendungan.

Akses jalan menuju lokasi dinilai menjadi bagian penting yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

Kerusakan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut biaya transportasi, keselamatan pengguna jalan, dan efisiensi aktivitas ekonomi lokal.

Kondisi ini memperlihatkan tantangan klasik pembangunan proyek besar, manfaat jangka panjang dijanjikan, tetapi beban jangka pendek justru lebih dulu ditanggung warga sekitar.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek menyebut telah melakukan perbaikan berkala sembari berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Ada pula opsi pengajuan bantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) setelah proyek selesai.

Namun skema tersebut diperkirakan baru berpeluang terealisasi beberapa tahun mendatang.

Bagi warga, persoalannya lebih sederhana: jalan rusak dipakai hari ini, bukan setelah proyek selesai.

Di tengah optimisme pemerintah terhadap Bendungan Bagong sebagai penopang irigasi, pengendalian banjir, dan ketahanan air, masyarakat berharap pembangunan besar juga dibarengi perhatian nyata terhadap infrastruktur dasar di sekitarnya.

Sebab keberhasilan proyek bukan hanya diukur dari berdirinya bendungan, tetapi juga dari sejauh mana manfaat pembangunan dirasakan tanpa mengorbankan akses harian warga.

(gun)

Berita Terkait

Trenggalek Percantik Ruang Publik Lewat CSR Bank Jatim, Dukung Visi Kota Atraktif dan Ekonomi Lokal
DPRD Trenggalek Perkuat Perlindungan Koperasi dan UMKM Lewat Perda Baru
Trenggalek dan Imigrasi Ponorogo Perkuat Diseminasi Informasi, Fokus Lindungi Calon Pekerja Migran
Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:47 WIB

Trenggalek Percantik Ruang Publik Lewat CSR Bank Jatim, Dukung Visi Kota Atraktif dan Ekonomi Lokal

Minggu, 7 Juni 2026 - 01:55 WIB

DPRD Trenggalek Perkuat Perlindungan Koperasi dan UMKM Lewat Perda Baru

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 03:41 WIB

Pendapatan Pajak Penerangan Jalan Trenggalek Capai Rp20,8 Miliar, Warga Minta Penggunaan Dana Lebih Terbuka

Berita Terbaru