Anggaran Bendungan Bagong Naik Jadi Rp2,7 Triliun, Jalan Rusak 3 Km ke Lokasi Proyek Belum Tertangani

- Pewarta

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan rusak menuju kawasan Bendungan Bagong Trenggalek masih dikeluhkan warga di tengah kenaikan anggaran proyek hingga Rp2,7 triliun. (foto ilustrasi jalan rusak)

Kondisi jalan rusak menuju kawasan Bendungan Bagong Trenggalek masih dikeluhkan warga di tengah kenaikan anggaran proyek hingga Rp2,7 triliun. (foto ilustrasi jalan rusak)

TRENGGALEK, lumineerdaily.com – Tambahan anggaran pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek sebesar Rp600 miliar memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Saat nilai proyek strategis nasional itu kini menembus Rp2,7 triliun, akses jalan utama menuju kawasan proyek justru masih dikeluhkan warga karena rusak dan belum tertangani secara permanen.

Kondisi jalan menuju Bendungan Bagong di Kecamatan Bendungan dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah titik. Aspal berlubang, permukaan jalan bergelombang, hingga genangan saat hujan menjadi persoalan yang setiap hari dihadapi pengguna jalan.

Kerusakan terjadi di jalur sepanjang lebih dari tiga kilometer yang menjadi akses utama warga sekaligus jalur mobilisasi kendaraan proyek.

Warga menilai persoalan ini tidak bisa lagi dianggap sekadar dampak sementara pembangunan.

Pasalnya, akses tersebut digunakan untuk aktivitas harian masyarakat, mulai dari mengangkut hasil pertanian, perjalanan sekolah, hingga mobilitas ekonomi lokal.

“Proyek besar berjalan, tapi jalan yang dilalui warga justru semakin berat digunakan,” keluh salah satu warga sekitar.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengakui perbaikan total belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Trenggalek, Anjang Purwoko, mengatakan kebutuhan anggaran untuk rekonstruksi menyeluruh diperkirakan mencapai Rp7 miliar hingga Rp8 miliar.

Namun hingga kini, anggaran tersebut belum tersedia.

“Belum ada alokasi untuk penanganan total. Saat ini masih diupayakan melalui perubahan anggaran,” kata Anjang dalam rapat bersama DPRD Trenggalek, Senin lalu.

Menurutnya, pembangunan jalan permanen juga dinilai belum ideal selama proyek Bendungan Bagong masih berlangsung.

Mobilisasi kendaraan berat pengangkut material disebut menjadi faktor utama kerusakan yang terus berulang.

Artinya, jika diperbaiki sekarang, jalan berpotensi kembali rusak sebelum proyek selesai.

Di sisi lain, pernyataan itu justru memunculkan dilema.

Pemerintah meminta warga menunggu proyek selesai, sementara aktivitas masyarakat tetap harus berjalan setiap hari di atas infrastruktur yang rusak.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sinkronisasi antara pembangunan proyek strategis dan kesiapan infrastruktur pendukung.

Sebab, di saat pemerintah pusat menambah anggaran proyek hingga Rp600 miliar, persoalan akses dasar di sekitar lokasi justru belum memiliki kepastian solusi.

Pejabat Pembuat Komitmen Bendungan Bagong, Senna Ananggadipa Adhitama, menyebut tambahan anggaran tersebut diberikan untuk mempercepat pembangunan.

Total nilai proyek kini meningkat dari sekitar Rp2,1 triliun menjadi Rp2,7 triliun.

Saat ini progres fisik pembangunan bendungan disebut telah mencapai sekitar 60 persen.

Fokus pekerjaan berada pada struktur utama bendungan dan spillway atau pelimpah air.

Berita Terkait

Mas Ipin Tinjau Jalan Krandekan-Gandusari, Perbaikan 5,5 Kilometer Segera Dimulai
Mas Ipin Cek Langsung Data Warga Miskin, Temukan Masalah yang Tak Terlihat di Atas Kertas
Wabup Syah: Perubahan APBD 2026 Perkuat Ruang Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat Trenggalek
Hari Jadi ke-832 Meriah, Mas Ipin Ingatkan Masih Banyak Pekerjaan untuk Trenggalek
DPRD Trenggalek Siapkan Skema Dana Cadangan Pilkada, Usulan Rp40 Miliar Dicicil Dua Tahun
Bupati Arifin Tutup Hari Jadi Trenggalek ke-832 dengan Wayang Kulit dan Undian Motor
Bupati Arifin Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832, Petani Bawa Hasil Bumi
Jelang Hari Jadi ke-832, Bupati Trenggalek Ziarah ke Makam Para Pendahulu

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 00:19 WIB

Mas Ipin Tinjau Jalan Krandekan-Gandusari, Perbaikan 5,5 Kilometer Segera Dimulai

Rabu, 9 September 2026 - 23:58 WIB

Mas Ipin Cek Langsung Data Warga Miskin, Temukan Masalah yang Tak Terlihat di Atas Kertas

Selasa, 8 September 2026 - 15:54 WIB

Wabup Syah: Perubahan APBD 2026 Perkuat Ruang Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat Trenggalek

Senin, 7 September 2026 - 18:44 WIB

Hari Jadi ke-832 Meriah, Mas Ipin Ingatkan Masih Banyak Pekerjaan untuk Trenggalek

Kamis, 3 September 2026 - 19:09 WIB

DPRD Trenggalek Siapkan Skema Dana Cadangan Pilkada, Usulan Rp40 Miliar Dicicil Dua Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:41 WIB

Bupati Arifin Tutup Hari Jadi Trenggalek ke-832 dengan Wayang Kulit dan Undian Motor

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Bupati Arifin Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832, Petani Bawa Hasil Bumi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Jelang Hari Jadi ke-832, Bupati Trenggalek Ziarah ke Makam Para Pendahulu

Berita Terbaru