APBD Tulungagung 2026 Disetujui, Defisit Rp218,7 Miliar Ditutup dari Pembiayaan Daerah

- Pewarta

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung, Lumineerdaily – DPRD Tulungagung bersama Pemerintah Kabupaten Tulungagung resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna Selasa (18/11/2025). Persetujuan ini sekaligus menetapkan Program Pembentukan Perda (Propemperda) 2026 dan membentuk Panitia Khusus untuk membahas Ranperda lainnya.

Seluruh fraksi DPRD menyatakan setuju, meski sejumlah catatan tetap disampaikan. Juru bicara Fraksi PDIP, Winarno, menyoroti pentingnya keberpihakan anggaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Pelaksanaan APBD harus sesuai kebutuhan nyata masyarakat,” katanya.

APBD 2026 dirancang dengan pendapatan Rp2,992 triliun dan belanja Rp3,211 triliun, sehingga mengalami defisit Rp218,7 miliar. Defisit ini akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan daerah, sehingga neraca tetap seimbang.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mengapresiasi sinergi antara legislatif dan eksekutif selama proses pembahasan. Dokumen APBD selanjutnya akan diajukan ke Gubernur Jawa Timur untuk evaluasi. Ia menegaskan, APBD 2026 diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan sosial, serta memperkuat sektor ekonomi unggulan.

“Persetujuan ini menunjukkan komitmen kami agar setiap rupiah APBD digunakan secara efektif, efisien, dan akuntabel bagi masyarakat Tulungagung,” ujar Gatut.

Dengan APBD 2026 resmi disetujui, Pemkab Tulungagung berharap program pembangunan berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Berita Terkait

Khofifah Resmikan Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan Anggaran Rp46,9 Miliar
Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Kotoran Tikus
Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Catat 11 Kasus Positif Sejak Awal Tahun
Jalan Doroampel Rusak Lagi Padahal Baru Sebulan Selesai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
Mayoritas SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar IPAL, Warga Berpotensi Terdampak Limbah
Hadiri HUT PPNI ke-52, Plt Bupati Tulungagung Sampaikan Dukungan untuk Perawat
Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Mulai Dibangun Oktober 2026, Pemkab Kejar Syarat Lahan dan Akses
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB

Khofifah Resmikan Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan Anggaran Rp46,9 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:20 WIB

Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Kotoran Tikus

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:33 WIB

Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Catat 11 Kasus Positif Sejak Awal Tahun

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:09 WIB

Jalan Doroampel Rusak Lagi Padahal Baru Sebulan Selesai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:11 WIB

Mayoritas SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar IPAL, Warga Berpotensi Terdampak Limbah

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:53 WIB

Hadiri HUT PPNI ke-52, Plt Bupati Tulungagung Sampaikan Dukungan untuk Perawat

Senin, 11 Mei 2026 - 02:14 WIB

Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah

Senin, 11 Mei 2026 - 00:11 WIB

Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Mulai Dibangun Oktober 2026, Pemkab Kejar Syarat Lahan dan Akses

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB