TULUNGAGUNG, lumineerdaily.com – Perum Bulog Cabang Tulungagung berencana menambah gudang sewa untuk menampung stok beras dan jagung yang terus meningkat selama musim panen 2026.
Langkah tersebut dilakukan karena kapasitas penyimpanan yang dimiliki saat ini telah terisi penuh, sementara proses penyerapan hasil panen petani masih terus berjalan.
Pimpinan Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan stok beras yang tersimpan saat ini mencapai sekitar 80.000 ton.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu panjang.
“Stok beras di gudang Bulog saat ini sekitar 80.000 ton. Tahun ini kami juga masih terus melakukan serapan hasil panen petani,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Pada 2026, Bulog Tulungagung mendapat target menyerap 64.000 ton beras.
Hingga awal Mei, realisasi serapan disebut telah mencapai sekitar 30.000 ton atau 47 persen dari target tahunan.
Menurut Yonas, capaian tersebut menunjukkan tren positif seiring berlangsungnya masa panen di sejumlah wilayah.
Selain beras, Bulog Tulungagung juga mencatat peningkatan serapan jagung.
Dari target 11.000 ton jagung pada 2026, realisasi penyerapan saat ini telah mencapai sekitar 9.000 ton atau 81,82 persen.
“Untuk jagung, serapan kami saat ini sudah sekitar 9.000 ton,” katanya.
Meningkatnya volume stok membuat seluruh fasilitas penyimpanan yang digunakan Bulog kini penuh.
Bulog Tulungagung saat ini mengoperasikan 12 gudang, terdiri dari enam gudang milik sendiri dan enam gudang sewa.
Seluruh gudang tersebut telah terisi stok beras dan jagung.
“Kami memiliki enam gudang sendiri dan enam gudang sewa. Saat ini seluruhnya sudah penuh,” ujar Yonas.
Kondisi itu membuat Bulog mulai mencari tambahan dua gudang baru untuk disewa sebagai lokasi penyimpanan sementara.
Penambahan kapasitas dinilai penting agar penyerapan hasil panen petani tetap berjalan optimal.
Bulog juga menegaskan akan tetap menjaga kualitas komoditas yang masuk ke gudang, baik untuk beras maupun jagung.
Yonas optimistis target serapan pada 2026 dapat tercapai sepenuhnya seiring masih adanya panen lanjutan di beberapa daerah.
“Kami optimistis target serapan tahun ini bisa tercapai 100 persen. Saat ini tinggal menunggu panen berikutnya sambil menyiapkan kapasitas gudang tambahan,” katanya.
Peningkatan serapan hasil panen dinilai menjadi indikator positif bagi stabilitas stok pangan di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.
Bulog berharap keberlanjutan penyerapan juga dapat membantu menjaga harga hasil panen petani tetap stabil di tingkat pasar.
(gun)













